JawaPos.com - Ramai di media sosial seorang anggota Satpol PP Kota Surabaya diduga menghalangi ambulans yang sedang membawa jenazah dari RS SMS menuju Sampang Madura.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (22/9) sekitar pukul 19.05 WIB dan diunggah di akun Instagram @omkiofficial.
Berdasarkan keterangan yang ditulis, semula pengendara motor yang dikemudikan anggota Satpol PP mengikuti ambulans dari Jalan Kapas Krampung Surabaya.
Baca Juga: MBG di Daerah 3T Terkendala Kecukupan SPPG, Ketersediaan Baru 10,78 Persen
Setibanya di Jalan Putro Agung, pengendara motor mulai menggedor kaca ambulans dan menghalangi laju kendaraan.
"Disaat dibuka dan ditanya. Pengendara motor yang ditenggarai anggota Satpol PP Kota Surabaya Kecamatan Bulak, bernama Dimas memberikan pertanyaan yang tidak masuk akal," tulis akun tersebut seperti yang dilihat JawaPos.com, Jumat (25/9).
Bahkan anggota tersebut mengira ambulans tidak membawa pasien atau jenazah. Padahal, di dalam sudah ada keluarga pasien yang menjelaskan.
Baca Juga: Doa Orang Tua Bantu Ubed Antar Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia Raih Emas Asian Games 2026
Menanggapai video tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Surabaya, telah memanggil anggota yang bersangkutan ke kantor Satpol PP Kota Surabaya untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
“Kami telah memanggil anggota kami tersebut. Kami juga sudah mengetahui bagaimana kronologi kejadian yang sebenarnya,” kata Irna, Jumat (25/9).
Usut punya usut, peristwa itu terjadi karena kesalahan komunikasi. Anggota ingin memberitahu bahwa kedua kaca spion ambulans dalam keadaan tertutup.
Namun, besarnya suara sirine informasi tersebut tidak terdengar jelas.
“Yang bersangkutan awalnya ingin memberi tahu pengemudi soal spion yang tertutup. Namun karena suara sirene yang cukup keras, apa yang ingin disampaikan tidak terdengar jelas oleh pengemudi ambulans,” jelasnya.
Karena tidak mendapat respons, anggota tersebut kemudian mengetuk kaca ambulans. Dia meminta pengemudi mengecilkan suara sirene sekaligus menanyakan kondisi yang dibawa di dalam kendaraan tersebut.
Baca Juga: Bertemu Trump, Xi Jinping Minta AI Tetap Berada di Bawah Kendali Manusia
“Petugas kami juga mengetuk kaca. Dia meminta tolong untuk dikecilkan dulu sirenenya, sambil teriak ini mau dibuka nggak ininya (spion). Dia berniat membantu, dia juga menanyakan ambulans itu sedang membawa jenazah atau membawa orang yang sedang sakit,” imbuhnya.
Setelah mengetahui ambulans tersebut membawa jenazah, anggota Satpol PP itu kemudian mempersilakan kendaraan tersebut melanjutkan perjalanan.
“Setelah tahu di dalamnya ada jenazah, anggota kami langsung mempersilakan untuk melanjutkan perjalanan dan tidak ada niat menghalang-halangi,” tandasnya.