JawaPos.com — Mahasiswa baru STIESIA Surabaya Tahun Akademik 2026/2027 mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Kampus STIESIA Surabaya, Jalan Menur Pumpungan, Selasa (15/9). Kegiatan tersebut menjadi bekal awal bagi mahasiswa sebelum menjalani perkuliahan sekaligus mengenalkan lingkungan, sistem akademik, hingga tantangan pendidikan tinggi.
PKKMB menjadi agenda tahunan STIESIA Surabaya sebelum mahasiswa baru memasuki masa perkuliahan secara formal. Tahun ini, kegiatan digelar secara offline dengan rangkaian agenda yang dirancang menyenangkan sekaligus memberikan pemahaman mengenai kehidupan akademik dan lingkungan kampus.
Sejumlah materi diberikan selama pelaksanaan PKKMB. Mulai profil STIESIA Surabaya, sistem pendidikan tinggi di Indonesia, proses pembelajaran dan peraturan akademik, rencana jangka panjang kampus, sosialisasi E-Learning dan Sinfos, hingga pengenalan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) dan lingkungan kampus.
Ketua STIESIA Surabaya, Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, SE, MSi, Ak, CA mengatakan PKKMB menjadi bagian penting dalam proses transisi mahasiswa baru menuju kehidupan perguruan tinggi. Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan lingkungan baru tempat mahasiswa akan menimba ilmu selama beberapa tahun ke depan.
"Kegiatan PKKMB yang selalu kita laksanakan setiap awal tahun akademik dalam rangka untuk proses penerimaan mahasiswa baru dan memperkenalkan lingkungan baru tempat mereka akan menimba ilmu,” ujar Dr. Nur Fadjrih Asyik kepada JawaPos.com, Selasa (15/9)
Menurutnya, mahasiswa baru tidak hanya perlu mengenal fasilitas kampus, tetapi juga memahami hak dan kewajiban selama menempuh pendidikan. Mahasiswa juga dituntut memiliki kemandirian agar mampu mengikuti proses perkuliahan secara lebih siap.
“Sehingga secara umum, pelaksanaan PKKMB ini dalam rangka untuk memperkenalkan, kemudian mempersiapkan dan mengakselerasi mahasiswa baru dalam proses untuk masa transisi, untuk menjadi mahasiswa yang sekarang dituntut punya kemandirian dalam rangka untuk tahu apa hak dan kewajiban yang mereka akan peroleh selama menempuh kuliah di STIESIA Surabaya,” imbuhnya.
Materi PKKMB Jadi Bekal Sebelum Masuk Perkuliahan
Pemahaman mengenai lingkungan kampus menjadi salah satu fokus dalam PKKMB STIESIA Surabaya. Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan sumber daya manusia yang akan mendukung kebutuhan mereka selama menjalani pendidikan.
Selain lingkungan, mahasiswa mendapatkan materi mengenai regulasi pendidikan tinggi dan kebijakan akademik. Pengetahuan tersebut diharapkan membuat mahasiswa lebih memahami sistem yang berlaku sebelum memasuki aktivitas perkuliahan secara formal.
"Dan juga harus mengetahui human resources, SDM-SDM, para pelaksana yang akan melayani mereka. Kemudian ada beberapa materi untuk mereka ketahui, terkait dengan beberapa regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Dikti Saintek, baik itu berkaitan dengan sistem pendidikan tinggi, kemudian berkaitan dengan berbagai macam kebijakan akademik," jelasnya.
Dengan rangkaian pembekalan tersebut, STIESIA Surabaya berharap mahasiswa baru dapat lebih cepat beradaptasi ketika perkuliahan dimulai. "Harapan kami, mereka pada saat minggu depan akan masuk pada proses pergaulan secara formal, mereka sudah siap," ujar Nur Fadjrih.
STIESIA Surabaya Punya Target Lima Milestone
Dalam kesempatan tersebut, Nur Fadjrih juga memaparkan visi pengembangan STIESIA Surabaya dalam 25 tahun ke depan. Visi tersebut dibagi menjadi lima milestone yang menjadi tahapan pengembangan institusi sekaligus berkaitan dengan pengalaman pendidikan yang diterima mahasiswa.
Milestone pertama diarahkan untuk mencapai kategori national competitiveness. Dalam pemeringkatan yang disampaikan kepada mahasiswa baru, STIESIA Surabaya tercatat berada di peringkat ke-78 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
"Selanjutnya tahun 2020 sampai dengan tahun 2026 ini, LLDIKTI Wilayah 7 juga melakukan sebuah penganugerahan, alhamdulillah kita selalu mendapatkan apresiasi penghargaan dari LLDIKTI Wilayah 7, baik itu terkait dengan pemeringkatan perguruan tinggi dalam kategori sekolah tinggi, kita juara 1, peringkat 1," paparnya.
STIESIA Surabaya juga menyebut capaian pada kategori kualitas pelaporan dan keaktifan kerja sama. "Kemudian kategori kualitas pelaporan terbaik, kita juga nomor 1. Kemudian yang berikutnya adalah keaktifan melakukan kerjasama, kita juga yang terakhir di tahun 2026 ini juga mendapatkan peringkat 1 seluruh Jawa Timur."
Setelah milestone pertama, STIESIA Surabaya mengarahkan pengembangan menuju milestone kedua, yakni Research University. Tahapan tersebut berkaitan langsung dengan proses pembelajaran mahasiswa karena materi dan referensi akademik didorong untuk berbasis hasil riset.
Riset dan Digitalisasi Disiapkan untuk Mahasiswa
Nur Fadjrih menjelaskan pengelolaan perguruan tinggi tidak terlepas dari konsep tridharma perguruan tinggi. Dalam proses pembelajaran, referensi dan materi yang diberikan kepada mahasiswa juga didasarkan pada hasil penelitian yang sudah ada.
"Pada milestone ini tadi kami sudah menyampaikan kepada para mahasiswa baru, bahwa dalam pengelolaan perguruan tinggi itu didasarkan pada tridharma, sehingga dalam proses pembelajaran yang kita berikan kepada mahasiswa, itu referensi dan materi-materi yang disampaikan, itu juga didasarkan pada hasil-hasil riset yang ada sebelumnya," ungkapnya.
Pendekatan tersebut diharapkan memperkaya kemampuan mahasiswa dalam memahami pengetahuan sekaligus menghasilkan karya ilmiah. Kemampuan tersebut menjadi penting karena mahasiswa akan menghadapi tugas akhir pada penghujung masa perkuliahan.
"Tentu saja nanti itu akan memperkaya kemampuan para mahasiswa dalam mempelajari pengetahuan, maupun dalam menulis berbagai macam karya ilmiah, karena mereka akan memiliki kewajiban untuk membuat tugas akhir di akhir perkuliahan, yang akan kita bentuk menulis karya ilmiah itu di semester-semester awal," paparnya.
STIESIA Surabaya juga terus memperkuat pembelajaran berbasis digital di rumpun ilmu ekonomi. Sejumlah mata kuliah pada program studi akuntansi dan manajemen telah memberikan penguatan kompetensi digital serta penggunaan teknologi informasi.
STIESIA Surabaya Siapkan Langkah Menuju Universitas
Pengembangan STIESIA Surabaya turut diarahkan menuju perubahan status menjadi universitas. Saat ini, pengajuan tersebut sedang diproses di Kementerian Pendidikan, Dikti Saintek di tingkat pusat.
"Mimpi STIESIA Surabaya untuk menjadi universitas insya Allah, moga-moga segera akan terwujud, karena saat ini sedang proses pengajuan di Kementerian Pendidikan, Dikti Saintek di pusat, dan kami pada saat memutuskan mengajukan universitas ini, salah satu syaratnya adalah membuka fakultas baru,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan pengembangan tersebut, STIESIA Surabaya membuka prodi baru di bidang teknik. Empat program studi baru di bidang eksak disiapkan sebagai bagian dari langkah memperluas rumpun keilmuan kampus.
"Sehingga karena kemampuan kompetensi kami itu sudah terbentuk pada rumpun ilmu ekonomi dan juga rumpun teknik, maka kami memutuskan membuka prodi baru, yaitu prodi teknik, dengan membuka 4 prodi baru di bidang eksak, yaitu teknik,” imbuhnya. Langkah tersebut juga diarahkan untuk mempertemukan kompetensi ekonomi dan teknologi informasi.
"Sehingga harapan kami dengan kolaborasi kemampuan di bidang ilmu ekonomi dan di bidang teknologi informasi, kami akan memperkuat lagi kompetensi dan capaian pembelajaran lulusan yang sudah ditetapkan oleh masing-masing prodi," pungkasnya.
Bagi mahasiswa baru STIESIA Surabaya, rangkaian PKKMB menjadi pintu awal untuk mengenal sistem pendidikan, lingkungan kampus, serta arah pengembangan institusi. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan lebih siap memasuki perkuliahan sekaligus menghadapi kebutuhan kompetensi yang terus berkembang.