JawaPos.com - Gelombang penolakan atas pelantikan Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Prof. Muzakki, kembali berlanjut.
Ratusan mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa di hadapan Gedung Rektorat Kampus UINSA I, Jalan Ahmad Yani, Wonocolo, Surabaya, Kamis (17/9).
Tidak hanya menyuarakan aspirasi, massa aksi juga turut melakukan aksi bakar ban sebagai bentuk protes atas kepemimpinan sang rektor di periode keduanya.
Tak berhenti sampai di situ, massa aksi juga berusaha menerobos gedung rektorat, meskipun masih diadang petugas keamanan.
Tuntutan yang disuarakan masih sama, meminta Prof Muzakki meninggalkan jabatannya. Massa aksi mengancam akan menurunkan sang pimpinan kampus secara paksa, jika yang bersangkutan enggan turun dengan sendirinya.
"Mau turun sendiri atau kami turunkan?" teriak koordinator aksi dalam orasinya.
Massa juga mengaku kecewa lantaran dalam dua hari mereka menggelar aksi unjuk rasa, belum juga ditemui sang rektor.
Mereka mengancam menyegel seluruh gedung dan menghentikan seluruh aktivitas belajar mengajar jika tak kunjung ditemui sang rektor.
"Kalau kami tidak ditemui (rektor) kami akan segel semua gedung UINSA I dan menghentikan seluruh aktivitas pembelajaran," ucap sang orator.