← Beranda
Pemkot Surabaya Gandeng 39 Perusahaan Serap Tenaga Kerja Warga Desil 1-3
Ardini PramithaSenin, 14 September 2026 | 06.37 WIB
Pemkot Surabaya gandeng 39 perusahaan untuk serap 2.463 warga desil 1-3 yang belum dapat pekerjaan. (Diskominfo Surabaya)

 

 

 

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengarahkan ribuan warga usia produktif yang belum memiliki penghasilan tetap ke berbagai peluang kerja yang tersedia di perusahaan-perusahaan.

Sebanyak 2.463 warga yang masuk Desil 1 hingga 3 menjadi sasaran program intervensi ketenagakerjaan tersebut. Mereka akan dipertemukan dengan lowongan yang telah dihimpun Pemkot Surabaya dari sejumlah perusahaan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 2.738 lowongan pekerjaan dari 39 perusahaan.

“Jadi, 2.463 orang ini nantinya akan kita sandingkan dengan peluang kerja yang kami punya di Kota Surabaya. Ada sekitar 39 perusahaan yang nantinya dari 2.463 orang ini kita arahkan untuk melamar di 39 perusahaan tersebut,” kata Hebi, Minggu (13/9).

Menurut Hebi, pendampingan tidak berhenti pada pemberian informasi lowongan. Pemkot juga akan membantu para pencari kerja mempersiapkan diri sejak tahap awal pendaftaran hingga proses seleksi di perusahaan.

Warga yang masuk dalam daftar sasaran akan mendapatkan pendampingan dalam menyiapkan dokumen lamaran sesuai kebutuhan perusahaan. 

Mereka juga diberikan pembekalan agar lebih siap menghadapi tahapan wawancara kerja.

“Kami ajari bagaimana caranya agar sesuai standar. Kemudian yang kedua, ketika saat ada wawancara nanti kita akan ajari juga bagaimana cara wawancaranya,” ujarnya.

Untuk mempermudah komunikasi antara pencari kerja dan perusahaan, Disperinaker juga menyiapkan akun personal melalui aplikasi ASSiK (Arek Suroboyo Siap Kerjo).

Melalui akun tersebut, warga dapat memperoleh informasi maupun notifikasi ketika mendapatkan panggilan dari perusahaan yang dilamar. Sistem ini diharapkan membuat pencari kerja tidak melewatkan jadwal tes maupun wawancara.

“Nanti mereka bisa melihat lewat HP, bahwa ada panggilan atau tidak, nanti ada notifikasi di sana. Untuk memudahkan pencari kerja, sehingga nantinya pada saat wawancara, tes, dan sebagainya tidak terlewatkan,” jelas Hebi.

Pemkot Surabaya selanjutnya akan melakukan pemantauan terhadap warga yang mengikuti program tersebut. Monitoring dilakukan bersama jajaran kecamatan dan kelurahan untuk mengetahui perkembangan masing-masing pencari kerja.

Selain memastikan kesesuaian antara kemampuan pencari kerja dan kebutuhan perusahaan, pemantauan juga dilakukan agar penempatan tenaga kerja tidak terkonsentrasi pada satu perusahaan saja.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetap Renovasi Rumah Warga Desil 4, Kondisi Lansia jadi Pertimbangan

“Nama-nama tersebut nanti dimonitor sebagai bahan evaluasi untuk kemudian dilaporkan kepada Wali Kota. Karena Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) sangat mendukung program ini,” pungkasnya. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan