← Beranda
Antisipasi Gempa, Pemkot Surabaya Berencana Pasang Sensor Monitoring Sesar
Dadang KurniaSabtu, 12 September 2026 | 23.24 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Ardini Pramitha/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kota berkoordinasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terkait rencana pemasangan alat sensor monitoring untuk memantau aktivitas sesar yang melintasi Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa. Eri mengaku, pembahasan mengenai pemasangan alat masih dalam tahap koordinasi, termasuk mengenai lokasi pemasangannya.

"Kita sudah koordinasikan dengan teman-teman ITS terkait alat sensor ini," kata Eri di Surabaya, Sabtu (12/9).

Eri menjelaskan, keberadaan sesar di Surabaya bukan merupakan hal baru. Kota Pahlawan diketahui dilalui dua segmen sesar, yakni Sesar Surabaya dan Sesar Waru yang merupakan bagian dari sistem sesar di Pulau Jawa.

"Dari dulu sesar itu sudah ada. Ada Sesar Waru sama Sesar Surabaya. Ada yang melewati beberapa wilayah. Karena itu kemarin saya minta untuk Kepala BPBD melakukan sosialisasi," ujarnya.

Menurutnya, selain penguatan pemantauan, kesiapsiagaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi gempa. Sosialisasi diperlukan agar masyarakat mengetahui langkah yang harus diambil ketika sewaktu-waktu terjadi gempa.

"Nauzubillahi min dzalik, kalau ada kejadian, maka evakuasinya seperti apa? Lari di mana? Itu sudah dilakukan Kepala BPBD. Karena memang Surabaya dilewati sesar dua itu, Sesar Surabaya dan Sesar Waru," ucapnya.

Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengimbau masyarakat tidak panik terkait keberadaan dua sesar yang melintasi Kota Pahlawan. Menurutnya, keberadaan sesar tidak berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat.

"Bukan berarti adanya sesar tersebut bakal terjadi gempa sekarang atau sebentar lagi. Tapi, masyarakat tetap penting untuk mengetahui risikonya,” kata Irvan.

Irvan menjelaskan, sesar tersebut memiliki jalur panjang yang membentang dari barat hingga timur Pulau Jawa. Di Jawa Timur, jalur tersebut dikenal sebagai Patahan atau Sesar Kendeng. Sementara di Surabaya, Sesar Kendeng memiliki dua segmen, yakni Sesar Surabaya dan Sesar Waru.

Karena adanya dua segmen sesar tersebut, Irvan menilai masyarakat perlu memahami potensi risiko sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa.

BPBD Surabaya diakuinya rutin melakukan sosialisasi dan edukasi terkait kedaruratan. Kegiatan tersebut menyasar berbagai lingkungan, mulai dari kawasan padat penduduk, sekolah, hingga perkantoran di Kota Surabaya.

Irvan juga mengingatkan masyarakat untuk mencari informasi terkait gempa maupun kebencanaan lainnya dari sumber resmi. Informasi tersebut antara lain dapat diperoleh melalui BMKG dan BPBD.

EDITOR: Estu Suryowati