← Beranda
Warga Surabaya Jangan Panik soal Sesar Kendeng, tapi Kenali Risikonya
Ardini PramithaKamis, 10 September 2026 | 00.20 WIB
Ilustrasi peta Surabaya, yang di bawahnya dilintasi sesar Aktif Kendeng. (Google Maps)

JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mengimbau warga tidak panik, terkait keberadaan sesar aktif yang melintasi Kota Pahlawan. 

Meski demikian, masyarakat tetap diminta lebih mengenal dan memahami potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas sesar tersebut.

Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, menjelaskan bahwa wilayah Jawa Timur termasuk dalam jalur Sesar Kendeng.

Sesar tersebut merupakan struktur geologi yang membentang panjang dari bagian barat hingga timur Pulau Jawa.

Baca Juga: Pakar ITS Minta Pemkot Pasang Alat Monitoring untuk Pantau Sesar 

Di wilayah Surabaya, jalur Sesar Kendeng terbagi dalam dua segmen, yakni Segmen Surabaya dan Segmen Waru.

Segmen Waru dikenal sebagai SUB Selatan-Barat, sedangkan Segmen Surabaya disebut SUB Pusat-Barat.

“Ada yang namanya Sesar Kendeng. Garisnya panjang, membentang dari barat hingga ke timur Pulau Jawa. Ada petanya,” ujar Irvan, Rabu (9/9). 

Menurut Irvan, Kendeng merupakan nama sesarnya, sementara Surabaya dan Waru merupakan bagian atau segmen dari jalur tersebut.

Sesar Kendeng sendiri dikenal sebagai salah satu sesar aktif yang berada di kawasan Jawa Timur hingga Jawa Tengah.

Baca Juga: Viral Surabaya Disebut Punya Sesar Aktif Baru, Pakar ITS : Tak Ada Data Resmi

Jalurnya membentang melalui sejumlah daerah, antara lain Surabaya, Waru, Jombang, Lamongan, Nganjuk, Madiun, Grobogan, Bojonegoro hingga Cepu.

Keberadaan sesar aktif berkaitan dengan potensi terjadinya gempa bumi tektonik di sebuah wilayah.

Meski demikian, BPBD Surabaya menegaskan bahwa informasi mengenai sesar aktif tidak dapat diartikan sebagai tanda bahwa gempa akan segera terjadi.

“Ada sesar aktif bukan berarti gempa bakal terjadi sekarang atau sebentar lagi, tapi penting buat tahu risikonya,” kata Irvan.

Bagian Penting Mitigasi Bencana

Dia menambahkan, pemahaman masyarakat terhadap kondisi geologi di wilayah tempat tinggal justru menjadi bagian penting dari upaya mitigasi bencana. 

Baca Juga: Penguatan Sistem Mitigasi Jadi Fokus Pemerintah Pasca Gempa Bumi NTT hingga Erupsi Anak Krakatau

Dengan mengetahui potensi ancaman, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah yang tepat apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Irvan juga menegaskan bahwa edukasi mengenai Sesar Kendeng bukan dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Sebaliknya, pengetahuan tersebut diharapkan dapat membangun kesiapsiagaan sejak dini.

“Kenal sesarnya, bukan buat nakut-nakutin. Tujuannya biar nggak bingung dan warga lebih siap. Ingat, kesadaran bencana adalah kesadaran individu,” tuturnya.

BPBD Surabaya pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial, khususnya mengenai prediksi gempa. 

Baca Juga: Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir, tapi Gempa Vulkanik Masih Tinggi

Warga diminta mengecek informasi kebencanaan melalui kanal resmi lembaga berwenang, seperti BMKG dan BPBD.

"Dengan memahami risiko sekaligus mengikuti informasi dari sumber terpercaya, masyarakat diharapkan dapat lebih tenang sekaligus siap menghadapi potensi bencana di wilayah Surabaya," tandas Irvan.

 

EDITOR: Bayu Putra