← Beranda
1.214 Mahasiswa Surabaya dapat Bantuan Rp 2,5 Juta Per Semester Plus Uang Saku
Ardini PramithaRabu, 9 September 2026 | 05.32 WIB
Sebanyak 1.214 mahasiswa di Kota Surabaya dinyatakan lolos sebagai penerima manfaat Bantuan Biaya Pendidikan. (Diskominfo Surabaya)

JawaPos.com - Sebanyak 1.214 mahasiswa di Kota Surabaya dinyatakan lolos sebagai penerima manfaat Bantuan Biaya Pendidikan dari Pemkot Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi mengatakan, bantuan biaya yang diberikan sebesar Rp 2,5 juta per semester serta uang saku Rp 300 ribu per bulan. 

“Proses daftar ulang penerima bantuan tersebut digelar di Gelanggang Remaja Surabaya pada 8-10 September,” ujar Herry, Selasa (8/9).

Dirinya menjelaskan, bantuan diberikan untuk jenjang pendidikan mulai dari D1, D2, D3, D4 hingga S1. 

Baca Juga: Pelebaran Jalan Menganti-Wiyung Surabaya Ditarget Tuntas 2027

“Besaran bantuan UKT maksimal Rp 2,5 juta per semester. Jika biaya kuliah lebih tinggi, selisihnya menjadi tanggungan mahasiswa. Sebaliknya, apabila UKT lebih rendah, bantuan diberikan sesuai nominal UKT,” jelasnya.

Penerima manfaat juga mendapat uang saku Rp300 ribu per bulan selama maksimal 10 bulan dalam satu tahun. 

“Lama pemberian bantuan mengikuti ketentuan masa studi masing-masing jenjang, dengan maksimal delapan semester untuk D4 dan S1,” imbuhnya.

Khusus mahasiswa Universitas Terbuka (UT), lanjut Herry, penerima bantuan dapat berada di semester berbeda karena sistem perkuliahannya membuka penerimaan mahasiswa setiap semester. 

“Sementara pada perguruan tinggi lainnya, bantuan periode Agustus 2026 diberikan untuk semester gasal,” terangnya.

Baca Juga: Goreng Telur lalu Ditinggal Mandi, Rumah di Tambak Wedi Surabaya Dilalap Api

Herry juga menyatakan, apabila sudah melewati batas maksimal masa studi tetapi belum lulus, maka bantuannya dihentikan. 

“Kebijakan ini menjadi salah satu upaya Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui akses pendidikan tinggi,” tandas Herry.

 

EDITOR: Bayu Putra