JawaPos.com – Satu lagi proyek infrastruktur di Surabaya akan segera tergarap. Kehadiran flyover di kawasan Surabaya Selatan diharapkan menjadi solusi atas kemacetan di kawasan tersebut.
Pembangunan flyover di Bundaran Taman Pelangi rencananya akan dimulai akhir tahun 2026. Pembangunan sendiri dilakukan setelah proses lelang tuntas.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Hidayat Syah mengatakan pemerintah pusat akan melaksanakan lelang pembangunan flyover bundaran Taman Pelangi bulan depan. "Oktober lelang. Kan yang melelang pusat toh," kata Hidayat pada Jumat (4/9).
Sementara untuk pembangunan flyover, Hidayat memperkirakan akan dilaksanakan pada akhir tahun pula. "Menurut estimasi dari mereka, Desember," ucap Hidayat.
Dia mengakui, bila proses lelang serta Pembangunan memang ada kemunduran. Sebelumnya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan kepada wartawan lelang dilakukan Juli dan pelaksanaan pembangunan sekitar awal Desember.
"(Lelang) memang mundur. Kan mereka harus menyiapkan semua dokumennya untuk ikut prosesnya," pungkasnya.
Sebagai informasi, pembangunan flyover Bundaran Taman Pelangi direncanakan dimulai pada akhir triwulan II atau triwulan III 2026. Proyek itu mimiliki nilai anggaran sekitar Rp 400 miliar.
Pengerjaan proyek akan dilaksanakan setelah proses pembebasan dan perataan kawasan kampung yang berada di tengah Jalan Ahmad Yani selesai dilakukan.
Dikutip dari situs resmi Pemkot Surabaya, pihaknya memastikan proses pembayaran ganti rugi kepada 29 persil melalui mekanisme konsinyasi sudah dilakukan.
"Alhamdulillah semua bangunan yang ada di Taman Pelangi ini sudah dikonsinyasi dan sudah menerima uang. Jadi hari ini kita tuntaskan perobohan untuk seluruh bangunan rumah. Karena insyaallah kemarin, Kementerian PU (Pekerjaan Umum) sudah merencanakan, jadi nanti segera disurvei dan pelaksanaannya akan dilakukan di tahun ini," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Ia menjelaskan, pembangunan flyover Taman Pelangi akan dilaksanakan secara multiyears dengan nilai anggaran besar. "Pelaksanaannya dilaksanakan tahun ini (2026) dan tahun 2027. Karena anggarannya besar, sekitar Rp 400 miliaran," katanya.
Selain mengurai kemacetan, proyek ini juga diarahkan untuk mempercepat penanganan banjir di kawasan simpul Taman Pelangi. Salah satu langkah yang akan dilakukan Pemkot Surabaya adalah dengan melebarkan saluran drainase yang selama ini dinilai belum optimal.