JawaPos.com - Kondisi para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) berangsur membaik.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii mengatakan dari delapan santri yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Notopuro lebih dari separo boleh pulang. “Saat ini pasien yang dirawat ada delapan anak dan informasi dari Ibu Kepala Rumah Sakit yang lima orang hari ini akan dipulangkan,” kata Romo.
Dengan demikian tersisa tiga santri yang masih menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit. Romo berharap kondisi ketiganya segera membaik sehingga dapat kembali pulang.
Menurut Romo, keluhan yang dialami para santri umumnya berkaitan dengan gangguan pada perut. Beberapa santri mengaku merasa mual, meski tidak sampai muntah.“Memang gangguannya perut ya. Agak mual tapi enggak bisa muntah, tapi tidak terlalu berat,” ujarnya.
Meski gejalanya disebut tidak berat, para santri tetap dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Romo menambahkan Kementerian Agama bersama pihak terkait masih perlu memastikan penyebab kejadian tersebut. Terlebih, persoalan kali ini terjadi setelah layanan MBG dari dapur yang sama berjalan hampir satu tahun tanpa masalah.
Dari keterangan para santri, terdapat dua menu yang dinilai memiliki rasa berbeda. Yakni telur dan sayuran. Hal tersebut menjadi salah satu bagian yang akan dievaluasi untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.
“Ini pasti apakah proses masaknya atau jadwal makannya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada di juknis,” jelasnya.
Kemenag juga meminta agar dapur yang selama ini memasok makanan untuk para santri tersebut dihentikan sementara untuk dievaluasi.
Investigasi dilakukan untuk mengetahui sumber persoalan tanpa serta-merta mempertanyakan keberlanjutan program MBG.
“Ini kan harus ada investigasi. Bukan investigasi masuk ke wilayah perlu tidaknya MBG, tapi ini ada apa. Itu yang perlu kami selesaikan,” pungkas Romo.