JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk para santri yang keracunan menu Makan Bergizi Gratis di RS Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9).
Dalam kesempatan itu, ia memastikan kondisi para santri yang dirawat semakin membaik.
Dari 27 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam yang dirawat di RSI Siti Hajar, 24 orang sudah diperbolehkan pulang setelah keluhan mual dan pusing mereda.
Khofifah tiba di RSI Siti Hajar sekitar pukul 09.00 WIB dan Ia menyambangi satu per satu korban yang dirawat di kamar VVIP.
Baca Juga: Penyebab Keracunan MBG Sidoarjo: Makanan Matang Jam 5, Dimakan Lewat Jam 12
Sambil memberikan bingkisan, Khofifah menanyakan kondisi kesehatan para pasien yang terdiri dari pelajar tingkat SMP hingga SMA tersebut.
Ia juga memastikan keluhan yang sebelumnya dirasakan para santri sudah tidak muncul saat dirinya melakukan pemantauan.
“Jadi InsyaAllah mereka sudah dalam kondisi baik. Yang saya tanyakan apa indikasinya ke dokter, mual lalu pusing. Yang saya tanyakan kepada semua pasien, mual dan pusing sudah tidak ada,” kata Khofifah, Kamis (3/9).
27 Santri Masih Dirawat, 24 Sudah Boleh Pulang
Dari total 27 santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikam yang menjalani rawat inap di RSI Siti Hajar, sebanyak 24 pasien dinyatakan membaik.
Mereka diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatan menunjukkan perkembangan positif.
Baca Juga: BGN Temukan Kelalaian Disengaja Kasus Keracunan MBG Sidoarjo, Bisa Dipidana
Sementara itu, tiga pasien lainnya masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi mereka benar-benar stabil sebelum diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Khofifah berharap ketiganya juga dapat segera pulang setelah proses pemantauan selesai.
“Dari pemantauan kami pagi ini, kalau di Siti Hajar, MRS atau yang sedang dirawat ada 27 pasien. 24 Insya Allah nanti pagi ini bisa pulang. Tiga untuk observasi lagi, tapi mudah-mudahan sore juga bisa menyusul pulang,” ungkapnya.
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi pada korban yang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan lainnya.
Keluhan signifikan seperti mual dan pusing disebut sudah tidak lagi dirasakan para korban.
Baca Juga: RSUD Sidoarjo Masih Rawat 8 Santri Manbaul Hikam Korban Diduga Keracunan MBG
Berawal dari Dugaan Keracunan Menu MBG
Kasus tersebut bermula setelah para santri dan pelajar menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026).
Selain santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, sejumlah pelajar dari 19 sekolah lain juga mengalami keluhan yang sama.
Menu MBG yang dikonsumsi para pelajar tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
Keluhan kesehatan yang muncul kemudian membuat para siswa dan santri mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Khofifah memastikan penanganan terhadap para korban terus dilakukan secara maksimal.
Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Minta Maaf soal Keracunan MBG di Sidoarjo, Akui Kelalaian
Pemerintah juga akan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi bersama agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan program MBG.
Kunjungan Khofifah dilakukan untuk memastikan langsung kondisi para korban setelah mendapatkan perawatan medis.
Dari hasil pemantauan sementara, kondisi para santri di RSI Siti Hajar menunjukkan perkembangan positif dengan mayoritas pasien sudah dinyatakan dapat pulang.
Biaya Pengobatan Ditanggung Pemkab Sidoarjo
Selain memastikan kondisi kesehatan para korban, Khofifah menyampaikan persoalan biaya pengobatan para santri yang menjalani perawatan.
Seluruh biaya pengobatan korban dugaan keracunan MBG tersebut akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Baca Juga: 49 Siswa SMAN 3 Nganjuk Diduga Keracunan MBG, Begini Kondisi Menunya
“Arahan dari Pemkab ya,” singkat Khofifah saat ditanya mengenai pihak yang menanggung biaya pengobatan para korban.
Dengan kondisi 24 dari 27 pasien sudah membaik, penanganan di RSI Siti Hajar memasuki tahap akhir bagi sebagian besar santri dan santriwati.
Tiga pasien lainnya masih harus menjalani observasi untuk memastikan tidak ada keluhan kesehatan yang kembali muncul.
Pemprov Jawa Timur bersama pihak terkait juga tetap melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG dari SPPG Kalitengah.
Evaluasi menjadi bagian penting setelah keluhan kesehatan dialami pelajar dari Pondok Pesantren Manba’ul Hikam dan 19 sekolah lainnya.
Baca Juga: SPPG Kalitengah Sudah Kantongi SLHS, BGN Tetap Investigasi Bahan Baku MBG
Khofifah menegaskan penanganan korban akan dilakukan secara maksimal. Di sisi lain, kondisi para santri yang terus membaik menjadi kabar positif setelah kejadian dugaan keracunan MBG pada Selasa lalu.