JawaPos.com - Sebanyak delapan santri Ponpes Manbaul Hikam sidoarjo yang keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kini masih dirawat di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo
Kasubag Humas dan Pemasaran RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Rizqi Maulana Hadi menjelaskan, dari 8 santri itu, 7 di antaranya menjalani rawat inap. Sementara satu orang lainnya masih diobservasi.
Rizqi memastikan, kesemua santri yang menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo kondisinya berangsur membaik. "Kondisinya secara umum membaik," kata Rizqi kepada JawaPos.com, Kamis (3/9).
Berdasarkan data pada pukul 08:44 WIB, total korban keracunan yang ditangani RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo sebanyak 383 orang.
Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Minta Maaf soal Keracunan MBG di Sidoarjo, Akui Kelalaian
Dari jumlah tersebut, sebanyak 375 pasien telah diperbolehkan pulang usai kondisinya dinyatakan aman.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmita Herawati mengungkapkan, jumlah korban keracunan massal santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, mencapai 664 orang.
Dari jumlah tersebut, 581 korban sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatan dipastikan membaik.
Kemudian masih ada 77 santri yang masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, dan 6 pasien sisanya dalam tahap observasi.
"Total 664 pasien, MRS 77 pasien, KRS 581 pasien, Observasi 6 pasien," ujar dr Lakhsmi.
Baca Juga: 49 Siswa SMAN 3 Nganjuk Diduga Keracunan MBG, Begini Kondisi Menunya