← Beranda
Sampel Muntahan dan Makanan Korban Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Diperiksa di Labkes Surabaya
Ardini PramithaKamis, 3 September 2026 | 01.58 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmita Herawati. (Ardini Pramitha/JawaPos.com)

JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo masih menyelidiki penyebab ratusan siswa dan santri yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Untuk mengungkap penyebabnya, Dinkes telah mengambil sampel muntahan korban serta bahan makanan yang dikonsumsi. Sampel tersebut kini diperiksa di laboratorium kesehatan di Surabaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmita Herawati mengatakan, pengambilan sampel dilakukan pada Selasa (1/9) malam setelah kasus dugaan keracunan terjadi.

Baca Juga: Awan Hujan Diprediksi Meluas di Jambi pada 10-15 September, Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan

“Belum ada hasil. Muntahan dengan bahan makanan,” kata Lakhsmita saat ditemui di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Rabu (2/9).

Menurut dia, pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu. Hasil analisis diperkirakan baru dapat diketahui sekitar satu pekan.

“Di Surabaya. Biasanya sih kurang lebih satu minggu,” ujarnya.

Meski hasil laboratorium belum keluar, Laksmi menegaskan penanganan kasus tidak hanya bergantung pada hasil pemeriksaan sampel. 

Dinkes juga akan menelusuri proses pengolahan hingga makanan tersebut dikonsumsi.

“Sebetulnya yang paling penting adalah bukan hasilnya itu. Yang paling penting adalah sikap kita bagaimana terkait kalau misalnya ini terbukti karena permasalahan produk olahannya atau bahannya,” jelasnya.

Dinkes bersama sejumlah pihak nantinya akan mengevaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses penyediaan MBG. Mulai dari makanan selesai diolah, didistribusikan, hingga batas waktu makanan dikonsumsi.

“SOP-nya dijalankan atau tidak. Kemudian kan ini dari makanan datang sampai dengan dikonsumsi itu kan ada batas waktunya. Nah, ini sudah betul atau tidak itu yang perlu kita investigasi,” tegas Laksmi.

Investigasi tersebut tidak hanya dilakukan oleh Dinkes Sidoarjo. Badan Gizi Nasional (BGN) juga akan dilibatkan untuk menelusuri penyebab dugaan keracunan.

Sementara itu, hingga Rabu (2/9), sekitar 566 siswa dan santri dilaporkan mengalami keluhan. Sebanyak 88 orang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit.

Keluhan yang dialami mayoritas korban berupa pusing, mual, muntah, dan diare. Dinkes memastikan kondisi pasien yang menjalani perawatan secara umum stabil.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah