← Beranda
Update Keracunan Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Naik Jadi 567 Orang
Dadang KurniaRabu, 2 September 2026 | 21.40 WIB
Suasana di RSUD Sidoarjo yang merawat santri Ponpes Mambaul Hikam (Dok.Dadang Kurnia/JawaPos.com)

JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mengungkapkan, jumlah korban keracunan massal santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo terus bertambah. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun, saat ini ada 567 orang yang mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinkes Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengungkapkan, gejala 567 santri korban keracunan cukup beragam. Tetapi, gejala paling umum yang dirasakan adalah diare, nyeri perut, pusing, dan lemas.

"Jumlahnya 567 (korban). Itu yang dibawa ke RS," ujar Lakhsmie saat dikonfirmasi Rabu (2/9).

Meski jumlah korban keracunan sangat banyak, Lakhsmie menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). "Belum ada keputusan (status KLB)" ujarnya.

Dinkes Sidoarjo memilih untuk mengaktifkan Tim Krisis Kesehatan untuk menangani kejadian. Lakhsmie menjelaskan, penanganan dibagi menjadi dua bagian.

Tim kesehatan disiagakan di lokasi kejadian dengan koordinator lapangan dari Puskesmas setempat. Sementara itu, sejumlah rumah sakit diminta menyiapkan tenaga kesehatan, obat-obatan, serta sarana pendukung untuk menangani pasien.

"Karena ini kasusnya cukup massal, yang pertama kita aktifkan krisis kesehatan. Kemudian kita bagi dua, di lapangan kita buka lapangan dengan korlapnya dari Puskesmas. Kemudian untuk di rumah sakit-rumah sakit kita siagakan tenaga kesehatan yang cukup," ucap Lakshmie.

Ia mengatakan, kondisi para santri yang saat ini menjalani perawatan, secara umum stabil. Tidak ada pasien yang membutuhkan perawatan khusus atau kondisi yang mengkhawatirkan.

"Secara umum yang opname stabil. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan sampai ke perawatan khusus," katanya.

EDITOR: Diar Candra