← Beranda
Cuaca Jatim Hari Ini, 1 September 2026: Suhu Bisa Tembus 36 Derajat Celcius
Dadang KurniaSelasa, 1 September 2026 | 17.51 WIB
Ilustrasi cuaca panas ekstrem. (Magnific)

JawaPos - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Jatim hari ini, Selasa (1/9) didominasi kondisi cerah sejak pagi hingga malam hari.

Berdasarkan infografis yang diterbitkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, suhu udara tertinggi di Jawa Timur hari ini diprakirakan terjadi di wilayah Kabupaten Kediri, yang bisa menyentuh angka 36 derajat celcius.

Kota Batu tetap menjadi daerah dengan suhu paling sejuk di Jawa Timur hari ini, dengan suhu terendah berada di angka 13 derajat Celcius dan suhu maksimal hanya 25 derajat Celcius.

Dari sisi kecepatan angin, BMKG memprakirakan embusan yang sangat stabil, yakni di angka 27,8 kilometer per jam secara merata di hampir seluruh daerah.

Baca Juga: Cuaca Makin Panas, Otak Ikut Lemot? Ini Alasan Panas Ekstrem Bikin Sulit Berpikir

Pengecualian di Kabupaten Gresik yang kecepatan anginnya sedikit lebih tinggi, yakni 28,2 kilometer per jam.

Pergerakan angin di Jatim hari ini secara umum didominasi dari arah Timur, Tenggara, dan Timur Laut.

Meski langit terpantau cerah, BMKG memberikan catatan khusus terkait visibilitas atau jarak pandang pada malam hari.

Sejumlah daerah diimbau untuk mewaspadai fenomena udara kabur yang berpotensi mengganggu pandangan saat berkendara di malam hari.

Kondisi udara kabur ini diprakirakan paling cepat turun di wilayah Kota Batu, yang diprediksi mulai terjadi pukul 17.00 WIB hingga malam hari.

Baca Juga: Pemprov Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana Karhutla akibat Cuaca Ekstrem

Selain itu, penurunan jarak pandang akibat udara kabur antara pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB juga diprakirakan melanda sejumlah daerah.

Meliputi Pasuruan, Madiun, Kabupaten dan Kota Malang, Trenggalek, Bondowoso, Jember, Magetan, serta Ponorogo.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari diimbau untuk menjaga hidrasi tubuh.

Sementara pengendara yang melintasi daerah dengan potensi udara kabur pada malam hari diingatkan untuk mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati. 

Baca Juga: Ancaman Bara Gambut Masih Mengintai Kalimantan, BNPB Terjunkan Helikopter dan Modifikasi Cuaca

EDITOR: Bayu Putra