← Beranda
Aspal Jalan Terlambat Dikerjakan, Wali Kota Eri Beri Peringatan Keras ke Kontraktor
Ardini PramithaJumat, 28 Agustus 2026 | 21.32 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau salah satu proyek saluran. (Diskominfo Surabaya)

JawaPos.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyoroti pengerjaan proyek saluran yang meninggalkan kondisi jalan tidak nyaman dan berisiko bagi pengendara.

Kontraktor diminta tidak lagi menunda pengaspalan setelah pekerjaan saluran selesai.

Hal itu disampaikan Eri setelah melakukan inspeksi mendadak di kawasan Kedungmangu Timur dan Tenggumung Wetan pada Rabu (26/8). 

Dalam pengecekan tersebut, dia mendapati ruas jalan belum segera dikembalikan ke kondisi layak setelah pekerjaan saluran rampung.

Baca Juga: Muktamar NU, BAZNAS Hadirkan Layanan Konsumsi, Kesehatan, Pengelolaan Sampah, dan Beasiswa

Menurut Eri, pengaspalan di lokasi tersebut sempat tertunda hingga sekitar dua pekan. Kondisi permukaan jalan yang tidak rata dengan perbedaan ketinggian mencapai dua sentimeter bahkan disebut telah membahayakan pengendara motor.

“Waktu saya melakukan pengecekan ke sana, proyek fisik saluran telah selesai, namun pengaspalan tertunda hingga dua minggu. Ketinggian aspal yang tidak merata yang mencapai dua centimeter, memicu kecelakaan pengendara motor,” kata Eri, Kamis (27/8).

Eri kemudian meminta kontraktor segera menyelesaikan pengaspalan. Dia memberikan batas waktu 1x24 jam agar kondisi jalan kembali aman dilalui masyarakat.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini, Cancer Sabtu 29 Agustus 2026

Permintaan tersebut langsung ditindaklanjuti kontraktor. Pengaspalan dilakukan pada malam hari setelah Eri melakukan pengecekan di lokasi.

“Setelah saya ke sana, pihak kontraktor langsung menyelesaikan pengaspalan pada malam harinya. Sehingga masyarakat bisa nyaman kembali menggunakan jalannya,” ujarnya.

Eri menegaskan, pengerjaan proyek fisik tidak boleh hanya mengejar penyelesaian pekerjaan utama tanpa memperhatikan kondisi jalan yang digunakan masyarakat.

Dia meminta setiap kontraktor menjalankan pekerjaan secara berurutan. Setelah proses penggalian selesai, saluran harus ditutup dan permukaan jalan segera diperbaiki hingga kembali mulus sebelum pekerjaan berpindah ke titik lainnya.

“Ke depan jangan pernah ada lagi proyek pekerjaan yang tidak melakukan tahapan. Kontraktor di Surabaya harus melindungi warga Kota Surabaya dari kecelakaan. Kalau tidak ingin ikut tahapan itu ya keluar saja, jangan kerjakan proyek di Surabaya,” tegasnya.

Baca Juga: Resmi Gabung Lamine Yamal Cs, Kiper Kroasia Dominik Livakovic Tak Sabar Bela Barcelona

Selain kontraktor, Eri juga meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya memperketat pengawasan terhadap seluruh proyek yang berlangsung.

Menurut dia, pengawasan diperlukan agar persoalan serupa tidak kembali ditemukan di ruas jalan lain dan keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian selama proyek berlangsung.

“Kepada dinas terkait saya juga berpesan untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap proyek-proyek yang sedang berlangsung di Kota Surabaya,” pungkasnya.

EDITOR: Bintang Pradewo