← Beranda
Pemprov Jatim Kirim 65,7 Ton Bantuan Gempa NTT, dari Beras hingga Obat-obatan
Novia HerawatiSelasa, 25 Agustus 2026 | 05.30 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berbincang dengan korban gempa di Flores, NTT yang menempati lokasi pengungsian. (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Kedatangan Gubernur.Khofifah Indar Parawansa beserta 65,7 ton bantuan dari Pemprov Jawa Timur, disambut haru korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

bantuan logistik mulai dari beras hingga obat-obatan itu tiba di posko pengungsian korban gempa di Flores, NTT.

Beberapa pengungsi tampak menangis haru saat menceritakan kondisi daerahnya usai diguncang gempa magnitudo 7,7.

“Kita semua bersaudara. Kita hadir bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita di sini. Mudah-mudahan seluruh proses pemulihan berjalan baik dan anak-anak bisa segera kembali bersekolah,” ujar Khofifah di NTT, Senin (24/8).

Baca Juga: PELNI Gratiskan Ongkir Bantuan Gempa NTT via Kapal

Ia menyampaikan bahwa bantuan kemanusiaan ini adalah hasil konsolidasi Pemprov Jatim dengan perusahaan, lewat program corporate social responsibility (CSR).

Bantuan yang disalurkan itu senilai Rp 3.006.652.875 (Rp 3 Miliar), meliputi beras, obat-obatan, makanan, perlengkapan mandi, perlengkapan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, tenda, terpal, hingga kompor.

Dari total bantuan tersebut, sebanyak 12,8 ton senilai Rp 720.965.175 disalurkan ke posko pengungsian SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan WaeRi'i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Sementara bantuan lain sebanyak 52,9 ton senilai Rp 2.285.687.700, disalurkan untuk masyarakat terdampak yang mengungsi di Posko Rumah Jabatan Sekretaris Daerah Manggarai Timur.

"Kita membawa 65,7 ton beragam logistik, di dalamnya ada sekitar 12 ton beras. Tadi Pak Kades menyampaikan untuk ditambah 5 ton. Saya rasa beras bisa digeser ke sini 5 ton , sehingga bisa lebih merata,” lanjut Khofifah.

Baca Juga: Update Penanggulangan Gempa Bumi NTT, Jumlah Korban Meninggal Dunia jadi 100 Orang

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak.

Termasuk mengikuti masukan tenaga kesehatan yang lebih dulu memberikan pelayanan kepada para korban gempa.

"Para dokter menulis kebutuhan obat-obatan di sini. Kalau tidak salah ada 14 jenis dan kami membawanya hari ini. Kita harapkan, ini (bantuan) bisa membantu memenuhi kebutuhan mereka,” katanya.

Dukungan Pemprov Jatim untuk korban gempa Flores tidak hanya berupa bantuan logistik.

Kirim Tenaga Medis di Awal Tanggap Darurat

Penguatan layanan kesehatan turut dilakukan dengan mengirimkan tenaga medis ke sejumlah wilayah terdampak.

Baca Juga: Gempa Susulan Terus Terjadi, Guru dan Murid di NTT Belum Siap Lanjut Proses Belajar-Mengajar

Sejak 17 Agustus 2026, sebanyak 17 dokter dan perawat dari RSUD Dr Soetomo, Surabaya diberangkatkan ke NTT.

Mereka bertugas di RSUD Ruteng, Manggarai untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.

Pemprov Jatim juga menerjunkan empat personel untuk membantu pemulihan trauma anak melalui layanan dukungan psikososial (LDP), sebagai bagian dari penanganan dampak bencana secara menyeluruh.

“Masing-masing daerah saling bergotong royong, saling meringankan beban. Itu menjadi bagian yang harus terus kita lakukan sebagai sebuah bangsa,” seru Khofifah setelah menyalurkan bantuan secara langsung.

Di sisi lain, Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu menyampaikan terima kasih atas bantuan logistik yang diberikan Pemprov Jatim kepada masyarakat terdampak gempa di Desa Ranaka.

Baca Juga: Permudah Korban Gempa Urus Dokumen, Kemendagri Boyong Tim dan Teknologi ke NTT

"Kami atas nama masyarakat yang ada di Desa Ranaka dan Kabupaten Manggarai umumnya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ini sangat membantu masyarakat kami di Desa Ranaka," pungkas Fabianus. 

EDITOR: Bayu Putra