← Beranda
Detik-detik Mahasiswi di Surabaya Melahirkan Sendiri di Kos Gubeng, Ari-ari Dipotong Sendiri
Ardini PramithaMinggu, 23 Agustus 2026 | 04.38 WIB
Seorang mahasiswi berinisial ALSU (24) yang melahirkan bayinya sendiri lalu meninggal di indekos Jalan Gubeng Kertajaya ditetapkan sebagai tersangka. (Foto: instagram @luthfie.daily)

JawaPos.com - Mahasiswi berinisial ALSU (24) asal Jawa Tengah ditetapkan sebagai tersangka usai melahirkan bayinya sendiri di indekos Jalan Gubeng Kertajaya, Surabaya dan berujung meninggal dunia. 

Berdasarkan pengakuan tersangka, bayi itu merupakan hasil dari hubungan gelap dengan sang kekasih. 

Pengakuan itu terungkap dalam video introgasi yang diunggah oleh Kapolrestabes Surabaya melalui akun media sosial pribadinya @luthfie.daily, Sabtu (22/8). 

Baca Juga: Dari Peluang Jadi Kekayaan, 6 Shio Ini Diprediksi Kebagian Rezeki Besar

ALSU sendiri merupakan seorang mahasiswi, jurusan Paramedik Veteriner, di sebuah universitas di Kota Surabaya.

Tersangka menceritakan, mulanya dia merasakan mules saat berbaring di tempat tidur sekitar pukul 08.00, Rabu (5/8/2026). 

Kemudian setelah itu keluar air ketuban, hingga bayi keluar, lalu dibiarkan di lantai. Disinyalir bayi meninggal dunia akibat gagal nafas dan dehidrasi.

“Jam 2 siang itu keluar bayinya. Iya pak (saya taruh di lantai bayi,red). Bayinya telanjang ari arinya tak potong pakai gunting bedah,” cerita tersangka. 

Baca Juga: Cerdas Baca Peluang, 3 Shio Ini Disebut Punya Jalan Rezeki Lewat Bisnis

Beban yang harusnya dipikul bersama, justru tidak dirasakan ALSU. Tersangka menanggung sakit dan malu, akibat kekasihnya tak mau bertanggungjawab. 

Dia pun mengaku terakhir berkomunukasi dengan kekasihnya itu sejak bulan Juni. 

“Udah nggak pengen ketemu lagi. Ngomongin tentang tanggung jawab gitu nggak komunikatif gitu. Di sini saya ngekos, orang tua di Jawa Tengah,” kata ALSU.

Upaya persalinan pelaku secara mandiri di dalam kamar kos, pertama kali diketahui oleh ibu kos. Merasa ada yang tidak wajar, ibu kos mengetuk pintu kamar pelaku, namun tidak direspons tersangka.

“Diketok-ketok dia nggak mau bukain pintu. Akhirnya dijebol kamar itu, tidak ada karpet ndan, dilapisi pakai sprei menggigil bayinya,” ungkap penyidik.

ALSU lalu membenarkan, jika dirinya bersama sang bayi langsung dilarikan ke rumah sakit, guna penanganan medis lebih lanjut.

“Habis kejadian itu sama ibu kos dibawa ke rumah sakit,” sambung ALSU.

Baca Juga: Kwon Eunbi Siap Comeback dengan ‘Deja Vu’, Rilisan Pertama Bersama RBW

Polisi juga menyebutkan, hasil autopsi menyimpulkan bayi meninggal dua jam sebelum tiba di rumah sakit.

Mendengar hal tersebut, Kombespol Luthfie kemudian menanyakan cara ALSU mengakhiri nyawa bayi tak berdosa.

"Ini Bayi loh! Di awal-awal berarti kan cuma di lantai aja nggak kamu tutup nggak kamu kasih apa kan. Gagal nafasnya ini kamu apain?,” tanya Kombespol Luthfie.

“Saya peluk aja pak,” jawab ALSU dengan nada lirih.

Di akhir interogasi, tersangka ALSU diberi kesempatan untuk bertemu dengan orang tua kandungnya. Momen haru itu tersaji ketika ALSU memeluk erat ibu kandungnya.

ALSU nampak nangis sesenggukan, sekaligus mengaku sedih dan meminta maaf karena telah mengecewakan kedua orang tua.

“Tidak perlu minta maaf, ibu sudah maafkan,” tandas Ibu ALSU seraya berpelukan.

EDITOR: Bintang Pradewo