JawaPos.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta partisipasi masyarakat untuk turut mengawasi rumah berkedok panti asuhan guna mencegah kasus pelecehan seksual.
Permintaan ini disampaikan usai kasus gadis tunanetra dilecehkan oleh anak pemilik panti asuhan Baitul Yatim di Jalan Saritama, Kecamatan Tandes, Surabaya.
"Saya yuwun tulung warga Surabaya ada panti yang berkedok rumah kan kita juga enggak tahu nih. Kalau ada seperti ini tolong disampaikan," kata Eri, Sabtu (22/8).
Baca Juga: 10 Bulan Jadi Misteri, Pelaku Pembunuhan Anak Disabilitas di Merauke Ternyata Ayah Kandung
Eri menegaskan telah menutup panti asuhan Baitul Yatim karena ternyata tidak memiliki izin untuk mendirikan lembaga kesejahteraan sosial (LKS) tersebut.
"Panti asuhan tidak berizin, maka tadi sudah kami tutup dan kami berikan sanksi untuk warga yang non Surabaya untuk dikembalikan ke masing-masing rumah," katanya.
Sementara untuk anak-anak yang warga Surabaya bisa ditempatkan di Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS) untuk melanjutkan pendidikan.
"Jadi, kami biar didik di sana agar anak-anak ini tetap mendapatkan pendidikan, agar haknya mereka terkait kehidupannya juga terjaga," jelasnya.
Baca Juga: Bukayo Saka Cetak Gol, Arsenal Bungkam Coventry City 3-0 di Laga Perdana Liga Inggris
Di sisi lain, Eri juga meminta Dinas Sosial untuk mengaudit seluruh panti asuhan di Surabaya. Jika, terbukti tidak memiliki izin langsung diberikan sanksi penutupan.
"Saya minta Dinas Sosial untuk melihat seluruh panti yang ada di Surabaya, seluruh panti. Dan nanti dari panti yang tidak berizin langsung kami tutup semuanya," tandas Eri.