← Beranda
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Diduga Lakukan Pelecehan, Edit Foto Porno Pakai AI
Ardini PramithaKamis, 20 Agustus 2026 | 23.34 WIB
Ilustrasi pelecehan melalui media sosial. (indiatimes.com)

JawaPos.com - Seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPN Veteran Jawa Timur viral usai diduga melakukan pelecehan seksual.

Modusnya adalah mengedit foto korban menjadi gambar pornografi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI. 

Kasus ini pun viral di media sosial setelah munculnya fitur Add Yours di Instagram, hingga sampai ke akun resmi kampus dan Himpunan Mahasiswa Ekonomi (Hima).

Humas UPN Veteran Jatim Nizwan Amin menjelaskan, peristiwa itu terjadi sejak April 2026 lalu dan baru viral sekarang.

Terduga pelaku mengedit foto korban dengan AI, yakni mengganti wajah dengan tubuh orang lain dengan intensi pornografi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya akan Cek Izin Panti Asuhan, Pascadugaan Pelecehan Gadis Tunanetra

"Foto tersebut kemudian kontennya itu dijual di telegram," katanya, Kamis (20/8). 

Namun, sebelum viral di media sosial, terduga pelaku dan korban sudah bertemu dan mediasi. 

Kemudian, postingan itu viral setelah diunggah dengan fitur Add Yours di Instagram. Unggahan itu juga menandai akun resmi UPN dan Hima FEB. 

Manajemen kampus pun akhirnya mencoba melacak mandiri dan membuahkan hasil. Kampus menemukan akun instagram yang menyebarkan identik dengan nama terduga pelaku. 

"Setelah itu dilaporkan ke Satgas PPKS. Satgas PPKS," jelasnya. 

Baca Juga: Melihat Panti Asuhan Baitul Yatim di Surabaya, Tempat Dugaan Pencabulan Gadis Tunanetra

Tak selang beberapa lama, Satgas PPKS bersama Fakultas FEB memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan. 

"Nah, hari ini ini terduga pelaku ini dipanggil sama Satgas PPKS untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kalau kemarin itu kan dipanggil sama orang tuanya.
Terus kebetulan pihak orang tuanya juga menyerahkan semuanya ke kampus untuk proses penelusuran lebih lanjut, gitu," jelasnya. 

Namun, Satgas PPKS menemui kesulitan untuk melacak foto-foto hasil editan yang disebut dijual ke platform media lain karena telah dihapus. 

"Nah itu, itu katanya teman-teman kan dijual. Cuman dari segi bukti-bukti itu kan di Telegram toh. Nah Telegram-nya itu udah dihapus gitu loh. Itu yang susah tracking-nya. Jadi, bukti-bukti itu sementara masih berupa screenshot-an semua," jelasnya.

Baca Juga: Motif Anak Pemilik Panti Asuhan di Surabaya Cabuli Anak Asuh Tunanetra: Penasaran

EDITOR: Bayu Putra