JawaPos.com - Kantor SAR Kelas A Surabaya mengirimkan 15 personel potensi SAR untuk membantu penanganan dampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mereka diberangkatkan dari Dermaga Mako Armada II Surabaya pada Selasa (18/8). 15 personel ini terdiri dari 2 personel Rumah Zakat, 9 personel SAR MTA, dan 4 personel Yayasan Seribu Senyum.
Masing-masing organisasi potensi SAR tersebut membawa kendaraan operasional untuk mendukung pelaksanaan tugas di lokasi, diantaranya kendaraan rescue, ambulans, dan kendaraan angkut logistik.
Kasi Sumber Daya SAR Kantor SAR Kelas A Surabaya, Wahyu Tri Agung mengatakan Basarnas bekerja sama dengan TNI AL untuk memfasilitasi keberangkatan personel ke wilayah terdampak bencana di NTT.
"Para potensi SAR tersebut bertolak menuju NTT menggunakan KRI dr Soeharso pada pukul 13.00 WIB. Dalam perjalanan tersebut, mereka bergabung dengan unsur TNI AL dan komponen lainnya," tutur Wahyu, Selasa (18/8).
Menurutnya, kehadiran potensi SAR dibutuhkan untuk memperkuat sumber daya yang bisa dikerahkan dalam operasi pencarian dan pertolongan serta penanganan dampak bencana di wilayah terdampak (NTT).
Sementara itu, Kasi Operasi dan Siaga SAR Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy berharap seluruh relawan mampu menjalankan tugas secara optimal selama berada di lokasi terdampak bencana.
Baca Juga: Tinjau Dampak Gempa, Komut Pertamina Pastikan Stok BBM NTT Aman
Dengan kehadiran para potensi SAR, harapannya dapat memperkuat kemampuan tim gabungan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak di NTT sekaligus penanganan pascabencana.
“Semoga rekan-rekan potensi SAR yang berangkat dapat melaksanakan misi dengan baik, tetap mengutamakan keselamatan, dan dapat membantu masyarakat hingga masa tanggap darurat selesai,” pesan Didit.