← Beranda
Lomba Kampung Pancasila Surabaya Dimulai September, 1.360 RW Berebut Predikat Terbaik
Ardini PramithaRabu, 19 Agustus 2026 | 06.24 WIB
Pemkot Surabaya akan gelar lomba Kampung Pancasila. (Diskominfo Surabaya).

 

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan kompetisi Kampung Pancasila yang akan berlangsung mulai September hingga Desember 2026. Seluruh RW di 153 kelurahan akan dilibatkan dalam ajang tersebut.

Kompetisi ini tidak sekadar menilai kondisi fisik kampung. Pemkot Surabaya akan melihat bagaimana warga membangun lingkungan, menjaga keamanan, mengembangkan ekonomi, serta memperkuat kehidupan sosial dan budaya di wilayah masing-masing.

Ketua Satgas Kampung Pancasila Surabaya sekaligus Kepala BPBD Surabaya Irvan Widyanto, mengatakan setiap RW diwajibkan mendaftarkan wilayahnya bersama seluruh RT yang berada di dalamnya.

“Diharapkan peserta nantinya diikuti oleh seluruh RW di 153 kelurahan dan seluruh RW wajib daftar dengan seluruh RT yang ada di dalam RW itu,” kata Irvan, Selasa (18/8). 

Irvan menjelaskan, penilaian kompetisi dibagi menjadi empat pilar, yakni lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, serta sosial budaya.

Dari empat pilar tersebut, aspek lingkungan dan ekonomi akan memperoleh bobot penilaian lebih besar. Pemkot ingin mendorong warga tidak hanya menjaga kebersihan kampung, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi.

Pada sektor lingkungan, salah satu indikator utama adalah pengelolaan sampah. Warga akan dinilai dari penerapan pemilahan sampah sejak dari rumah hingga pengelolaan di tingkat RT dan RW.

“Dari rumah tangga itu sudah diharapkan setiap rumah tangga yang ada di masing-masing warga di level RT maupun RW sudah melakukan pemilahan,” ujarnya.

Sementara pilar ekonomi akan melihat kepedulian warga terhadap masyarakat sekitar serta perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Irvan, warga yang memiliki kemampuan ekonomi diharapkan turut membantu masyarakat yang membutuhkan melalui donasi maupun berbagai bentuk dukungan lainnya.

“Di level RT dan RW bagaimana warga yang mampu bisa membantu warga yang kurang mampu, itu filosofinya, sampai pelaku UMKM dan lain sebagainya,” terangnya.

Adapun aspek kemasyarakatan mencakup keamanan lingkungan. Indikatornya antara lain pelaksanaan jadwal keamanan, pemanfaatan CCTV, hingga upaya menciptakan kawasan yang aman dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kemudian, pilar sosial budaya mencakup kesehatan dan pendidikan. Perhatian terhadap anak putus sekolah juga menjadi salah satu indikator yang dinilai.

“Di pilar sosial budaya ini terkait dengan kesehatan, terkait juga dengan pendidikan dan sampai pada anak putus sekolah dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Sebelum masuk tahap verifikasi lapangan, peserta akan melalui seleksi administrasi. Pendaftaran dilakukan secara daring menggunakan formulir yang disiapkan Pemkot Surabaya.

Data dalam aplikasi Sayang Warga juga menjadi salah satu dasar penilaian. RT dan RW selama ini melakukan pengisian self assessment secara rutin setiap bulan.

Irvan meminta RT dan RW memastikan data yang diinput Kader Surabaya Hebat (KSH) melalui aplikasi tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Pak RT dan Pak RW harus mengecek pengisian di aplikasi Sayang Warga yang dilakukan oleh ibu-ibu KSH,” tegasnya.

Data self assessment itu nantinya menghasilkan skor yang menjadi bagian dari penilaian awal sebelum peserta menjalani verifikasi lapangan.

Setelah seleksi administrasi, tim juri akan turun langsung ke lapangan. Tim tersebut melibatkan perangkat daerah (PD) Pemkot Surabaya, akademisi, media, hingga praktisi.

Dari total 1.360 RW di Surabaya, tahap verifikasi pertama akan menyaring peserta menjadi 500 RW terbaik.

“Dari 1.360 RW nanti akan disaring menjadi 500 besar RW,” kata Irvan.

Selanjutnya, 500 RW tersebut kembali menjalani verifikasi lapangan tahap kedua. Dari proses itu akan dipilih 200 RW terbaik.

Dua ratus RW tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan jumlah RT. RW dengan lebih dari 10 RT masuk kategori RW A, sedangkan RW dengan kurang dari 10 RT masuk kategori RW B.

Pembagian tersebut menjadi bagian dari proses seleksi hingga tersisa 165 RW terbaik.

Irvan menegaskan, seluruh pilar tetap menjadi bagian penting dalam penilaian. Namun, lingkungan dan ekonomi mendapat bobot lebih besar karena dinilai mampu menggambarkan kemandirian serta kualitas kehidupan warga di kampung.

“Penilaian yang terbesar nanti berasal dari pilar lingkungan dan pilar ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga: Pecahkan Tiga Rekor MURI Sekaligus, Wali Kota Eri Libatkan Pramuka ke Dalam Kampung Pancasila

Menjelang peluncuran kompetisi pada September 2026, Pemkot Surabaya meminta seluruh perangkat daerah pengampu mulai memberikan edukasi kepada RT dan RW.

“Para PD pengampu sudah bisa melakukan edukasi, motivasi terhadap RT dan RW terkait dengan lomba Kampung Pancasila,” pungkas Irvan.

 

EDITOR: Kuswandi