JawaPos.com - Anak pemilik panti asuhan di Jalan Sari Tama Surabaya berinisial MSN (22) mengakui bahwa ia mencabuli anak asuh yang dititipkan ke orang tuanya.
Ia pun membeber alasan tega mencabuli gadis tunanetra yang masih berusia 14 tahun itu.
"Karena penasaran," kata MSN menjawab pertanyaan Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan, dikutip dari akun Instagram @luthfie.daily.
Perbuatan bejat itu dilakukan MSN mulai akhir tahun 2024 dan baru terungkap pada 2026.
Baca Juga: Anak Pemilik Panti Asuhan di Surabaya Cabuli Anak Asuh Tunanetra, Kini Ditangkap
SK sendiri dititipkan ke panti asuhan tersebut bersama kakak kembarnya, sejak usia tiga tahun atau dari tahun 2016.
Aksi itu dilakukan kala rumah sedang sepi atau tidak ada orang. Korban dibawa ke kamar pelaku lalu dilakukan tindakan tak pantas.
"Tiap sepi, kalau enggak ada orang. Umi juga enggak tau," pengakuannya.
Tak berhenti sampai di situ, MSN ternyata juga merekam sendiri aksi bejatnya dengan handphone pribadinya.
Mendengar jawaban itu, Luthfie pun merasa geram. Pasalnya, tersangka adalah seseorang santri yang baru saja pulang dari pondok pesantrenya.
Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan Mantan Pengurus Perbakin Kepada Atlet Siap Sididangkan di Pengadilan
Perwira dengan melati tiga di pundak itu memerintahkan anak buahnya untuk segera memproses hukum tersangka.
"Pulang dari pondok, mulih (pulang) malah cabul! Proses, Mel (Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari)," tegas Luthfie.