← Beranda
Jatim Kirim Dokter Orthopedi hingga Anestesi ke NTT, Rawat Korban Gempa
Novia HerawatiSelasa, 18 Agustus 2026 | 21.09 WIB
Pemprov Jatim melalui RSUD Dr. Soetomo mengirimkan tim kesehatan ke NTT untuk bantu korban gempa. (Dokumentasi RSUD Dr. Soetomo)

JawaPos.com - Pemprov Jawa Timur mengirim tim medis berisi dokter spesialis dan perawat ke Nusa Tenggara Timur untuk menangani korban gempa.

Termasuk dalam tim yang dikirim adalah dokter spesialis orthopedi dan anestesi dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Mereka akan melayani para korban yang memerlukan penanganan medis, akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8) lalu.

Keberangkatan tim medis itu menyusul bantuan logistik yang telah lebih dahulu diberangkatkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Baca Juga: Pemprov Jatim Kirim 8,4 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

“Jawa Timur hadir untuk NTT. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk saling membantu," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (18/8).

Menurut dia, bencana di NTT menjadi duka bersama yang perlu direspons dengan gotong royong.

Solidaritas antardaerah harus diwujudkan melalui dukungan nyata sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

"Yang dibutuhkan (korban terdampak gempa di NTT) sekarang adalah bagaimana kita bisa bergerak cepat, tepat dan terkoordinasi agar bantuan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak,” lanjutnya.

Tim kesehatan yang diberangkatkan adalah empat personel dari RSUD Dr. Soetomo, meliputi dokter spesialis orthopedi, dokter spesialis anestesi, dan perawat.

Baca Juga: Warna-Warni Upacara HUT ke-81 RI, dari Doa untuk NTT hingga Apresiasi Prabowo

Tim RSUD Dr. Soetomo juga membawa bantuan berupa obat-obatan dan berbagai peralatan medis yang dibutuhkan dalam penanganan korban gempa. Terutama peralatan untuk mendukung tindakan anestesi dan pembedahan.

Dukungan tersebut disiapkan untuk memperkuat layanan kesehatan darurat bagi korban dan masyarakat terdampak gempa NTT di lokasi pengungsian yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

“Penanganan pascabencana membutuhkan gotong royong. Selain pencarian dan pertolongan, layanan kesehatan bagi korban dan masyarakat di pengungsian juga menjadi hal yang sangat penting," tegas Khofifah.

Ia menegaskan, kebencanaan adalah persoalan kemanusiaan yang melampaui batas wilayah.

Karena itu, setiap daerah perlu menunjukkan solidaritas dan kepedulian dengan membantu daerah lain yang menghadapi situasi darurat.

Baca Juga: Prioritaskan Keselamatan, DPR Minta Pemerintah Jamin Layanan Kesehatan Korban Gempa NTT

“Bencana tidak mengenal batas wilayah. Hari ini saudara kita di NTT sedang membutuhkan dukungan. Maka seluruh kemampuan yang bisa kita sinergikan harus kita maksimalkan untuk membantu saudara kita," katanya.

Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov NTT untuk memantau kondisi terkini serta menyesuaikan dukungan berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Sekali lagi, duka NTT adalah duka kita bersama. Dari Jawa Timur kami mengirimkan doa, kepedulian dan dukungan terbaik. Semoga NTT dapat segera bangkit dan pulih dari bencana ini,” pungkas Khofifah. 

EDITOR: Bayu Putra