JawaPos.com - DPC PDI Perjuangan Surabaya mengajak seluruh kader untuk ikut membantu korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ajakan tersebut disampaikan dalam upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya, Jalan Setail, Senin (17/8).
Bendahara DPC PDI Perjuangan Surabaya Agatha Retnosari mengatakan, perayaan kemerdekaan tahun ini sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan.
Sebab, di tengah momentum tersebut masih ada masyarakat NTT yang berjuang bangkit setelah dilanda bencana alam yang menyebabkan 53 orang meninggal dunia.
Menurut Agatha, DPC PDI Perjuangan Surabaya saat ini tengah membahas bentuk bantuan yang akan diberikan agar keterlibatan kader dapat dilakukan secara terorganisir.
“Yang jelas dari Ibu Ketua Umum juga ada instruksi untuk semua kader membantu bencana di NTT. Saat ini kami sedang membahas detailnya supaya seluruh kader bisa ikut terlibat membantu kawan-kawan kita yang ada di NTT,” kata Agatha seusai upacara.
Dia menilai kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai perjuangan PDI Perjuangan.
Karena itu, kemerdekaan tidak semestinya hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial. Momentum tersebut juga menjadi pengingat agar semangat perjuangan diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Selain mengajak kader membantu korban bencana di NTT, Agatha mengingatkan seluruh kader mengenai jati diri PDI Perjuangan sebagai partai yang berkoalisi dengan rakyat.
Menurutnya, kader di seluruh tingkatan harus terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan persoalan warga, serta memperjuangkan solusi atas berbagai kesulitan yang dihadapi.
“PDI Perjuangan berkoalisi dengan rakyat. Maka sudah wajib hukumnya bagi seluruh kader untuk datang ke rakyat, bertemu rakyat, ngobrol dengan rakyat, dan mendengarkan apa yang menjadi kesulitan rakyat,” tegasnya.
Agatha mengatakan, PDI Perjuangan saat ini menjalankan peran sebagai partai penyeimbang. Partai tetap mendukung program pemerintah sepanjang kebijakan yang dijalankan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Namun, dukungan tersebut tetap disertai fungsi pengawasan. Jika ditemukan kekurangan atau ketidaktepatan dalam pelaksanaan kebijakan, partai akan menyampaikan kritik sekaligus menawarkan solusi.
“Kalau program pemerintah pro rakyat, tentu akan kami dukung. Tetapi dalam pelaksanaannya tetap harus ada pengawasan. Ketika ada yang kurang tepat, kami wajib menyampaikan kritik dan juga solusi,” ujarnya.
Sebaliknya, apabila terdapat kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat, Agatha menegaskan PDI Perjuangan akan menyuarakan kegelisahan rakyat.
Di sisi lain, Agatha juga berpesan kepada generasi muda agar kecintaan terhadap Indonesia tidak berhenti sebatas slogan. Menurutnya, semangat tersebut harus diwujudkan dengan memberikan kesempatan kepada anak muda untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan.
“Harus diwujudkan dengan memberikan ruang bagi anak muda untuk berkembang, berkompetisi, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tandas Agatha.