JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengirim personel Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu penanganan pascagempa di Nusa Tenggara Timur.
Dilansir dari Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Hari ini, Minggu (16/8), Sebanyak tujuh personel Tim Advance diberangkatkan untuk penanganan pascagempa bumi dengan magnitudo 7,7 itu.
Mereka dilepas langsung dari kantor BPBD Jawa Timur pada Sabtu (15/8) malam, beberapa jam setelah kondisi pascagempa di NTT terkonfirmasi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan, pengiriman personel tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak bencana.
Baca Juga: Tower Navigasi Retak Kena Gempa NTT, AirNav Jamin Evakuasi Udara Tak Terhenti
Menurut dia, di lokasi bencana, nantinya tim BPBD Jatim tidak hanya terlibat dalam proses pencarian dan pertolongan para korban.
Mereka juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat serta melakukan asesmen untuk memetakan kebutuhan bantuan yang paling mendesak bagi warga terdampak.
Menurut Gatot, asesmen harus dilakukan agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Selain mengirim personel, lanjut Gatot, pihaknya juga membekali tim dengan sejumlah sarana komunikasi dan dukungan jaringan.
Peralatan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi gangguan komunikasi yang mungkin terjadi di wilayah terdampak gempa.
Baca Juga: Flores NTT Diguncang Gempa, Kepala BNPB Instruksikan 8 Aksi Cepat Ini
“Kami juga telah berkoordinasi dengan anggota Mitra Praja Utama (MPU) yang berjumlah sembilan provinsi untuk membantu penanganan dampak gempa yang terjadi di sana,” jelasnya.
Koordinasi lintas provinsi itu bertujuan untuk memperkuat dukungan penanganan bencana, sekaligus mempercepat mobilisasi bantuan apabila dibutuhkan.
Ia berharap pengiriman TRC dapat membantu mempercepat penanganan darurat sekaligus meringankan beban masyarakat NTT yang terdampak gempa.