JawaPos.com - Sistem parkir di Jalan Tanjung Anom Tunjungan Romansa resmi berganti menjadi kawasan wisata. Jika dulu ada petugas yang mengarahkan kini dilengkapi mesin karcis parkir otomatis dan menggunakan portal.
Kebijakan parkir portal ini mulai berlaku pada Jumat (14/8) pukul 15.15 WIB. Tarifnyapun masih sama, motor Rp2.000 dan mobil Rp 5.000.
Dengan begitu, maka parkir di Jalan Tanjung Anom lebih tertata dan semakin nyaman bagi pengunjung.
Kepala Dishub Kota Surabaya, Tri Wahyu Bowo menjelaskan perubahan sistem parkir ini pertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Seluruh pembayaran diwajibkan menggunakan non tunai atau cashless.
“Pembayarannya non tunai, nantinya kalau terkumpul itu baru kami bagi hasil 60-40. Para jukir ini menginginkan dua minggu sekali bagi hasilnya itu diberikan,” terangnya.
Sementara bagi masyarakat yang bertempat tinggi di kawasan itu, Dishub telah menyiapkan kartu yang dilengkapi barcode khusus sehingga warga sekitar tidak perlu melakukan pembayaran parkir.
"Ada warga di Tanjung Anom ini sejumlah 500, nantinya kami akan berikan id card (kartu). Ini hanya sementara, nantinya kita akan bentuk lagi menjadi RFID (radio frequency identification) nanti ada informasi kendaraan yang dimiliki warga. Jadi nanti kalau warga Tanjung Anom keluar masuk silahkan tunjukkan ini (id card) supaya gratis,” paparnya.
Kemudian, karena kawasan ini terdapat sekolah yakni SMP Negeri 4 Surabaya, bagi pengantar tidak dikenakan tarif parkir, asalkan tidak lebih dari 15 menit.
“Mengantar anak sekolah kami batasi 15-30 menit, kalau ditunggu lebih dari satu jam ya mohon maaf pasti akan terkena (tarif). Makanya kami seringkali sosialisasikan kepada pengantara atau wali murid untuk menjemput ontime,” jelasnya.
Bukan itu saja, di kawasan ini juga terdapat gereja. Menurutnya, jika tujuannya untuk ibadah Dishub tidak menerapkan tarif parkir. Sedangkan untuk ojek online, taksi online, dan taksi tidak dikenakan retribusi parkir asalkan tidak melebihi waktu 10 menit.
"Sudah sosialisasi juga dengan warga, mereka tidak keberatan. Begitu juga dengan (jemaat) yang di gereja juga, kalau itu bersifat ibadah silahkan, kami akan berlakukan free,” sebutnya.
Penerapan parkir kawasan wisata ini merupakan pilot project Pemkot Surabaya. Selanjutnya, pemkot akan menerapkan parkir kawasan wisata di titik lainnya.
"Ini adalah pilot project dan percontohan yang akan menjadi panduan kami dalam penanganan parkir supaya semuanya itu tertangani tertib administrasi serta pemakaian atau pembayaran non tunainya bisa terwujud. Berikutnya mungkin di kawasan Taman Bungkul,”