← Beranda
Karhutla Gunung Bromo Padam, Petugas Fokus Pembasahan 8 Titik Panas
Novia HerawatiSabtu, 15 Agustus 2026 | 15.22 WIB
Ilustrasi petugas gabungan melakukan pembasahan setelah karhutla di kawasan Gunung Bromo, padam, Jumat (14/8). (Dokumentasi BPBD Jatim)

 

JawaPos.com - Setelah berhasil dipadamkan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhurla) di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berfokus pada pembasahan, Jumat (14/8).

Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan tim gabungan yang dikerahkan kini fokus memantau dan melakukan pembasahan terhadap delapan titik panas atau hot spot.

Delapan titik panas tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan. Pembasahan dilakukan sebagai proses pendinginan lahan terdampak, setelah tim tidak lagi menemukan titik api atau firespot baru.

"Dua (titik panas) di sekitar Seruni Point, Kabupaten Probolinggo, dan enam hot spot masuk wilayah Kabupaten Pasuruan," kata Kolonel Inf Wahyu, dikutip dari Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (14/8).

Pendinginan dilakukan untuk mengantisipasi bara dari sisa vegetasi yang terbakar agar tidak kembali memicu munculnya titik api. Upaya dilakukan dengan jalur darat oleh petugas dan udara oleh helikopter water bombing.

Selain melakukan pendinginan, tim gabungan juga dikerahkan untuk membersihkan sejumlah area yang sebelumnya terdampak kebakaran. "Sampai sekarang petugas masih tersebar untuk memantau sekaligus mencari titik api," lanjutnya.

Tak hanya itu, sosialisasi dan edukasi terus dilakukan tim gabungan agar masyarakat dan wisatawan Gunung Bromo dapat bersama-sama mencegah bencana alam serupa di masa mendatang.

"Kegiatan semacam ini juga akan dilakukan beberapa hari ke depan, yakni patroli mencari potensi titik api, sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," pungkas Wahyu.

Sebelumnya, Karhutla di kawasan Gunung Bromo pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Titik awal kebakaran berada di Blok Bantengan yang masuk wilayah Ranupani, Lumajang.

Demi keamanan dan mempercepat penanganan karhutla, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup seluruh pintu masuk wisata Gunung Bromo. Penutupan total berlaku Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB.

Setelah 12 hari petugas berjibaku di lapangan, karhutla di kawasan Gunung Bromo berhasil dipadamkan, Jumat (14/8). Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 1.120,3 hektare kawasan wisata tersebut. 

EDITOR: Estu Suryowati