JawaPos.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak akan memberikan toleransi apapun kepada seluruh pegawai di Pemerintah Kota Surabaya jika terlibat dalam penipuan lowongan kerja (loker).
Eri tak akan pandang bulu, jika ketahuan dan terbukti maka akan ada sanksi berat dan langsung dipecat.
"Saya pastikan kalau ada atasan terlibat dan itu ASN, Saya pastikan saya pecat! Sampai di atas pun, ya saya pecat. Apakah itu nanti di level Kepala Dinas, di level Asisten, nang level Sekda, apa di levelnya Kabid, ya saya pecat kalau terbukti ini," kata Eri, Rabu (12/8).
Eri mengungkapkan hingga saat ini laporan terkait penipuan loker bertambah menjadi sepuluh. Para korban mengadukan langsung melalui hotline yang disediakan.
"Ada sepuluh laporan penipuan. Ini beda-beda iki. Ini nyebut A, iki nyebut B. Nah ini maksud saya, apakah ini itu satu tim, kita juga belum bisa membuktikan ya," jelasnya.
Terbaru, para korban diminta memberikan Rp 50 juta untuk bisa bekerja di instansi pemerintah tertentu.
"Barusan saja ada yang juga masuk menyampaikan ada rincian, bahwa masuk di Dinas Lingkungan Hidup Rp 50 juta, masuk di Dishub Rp 40 juta, masuk di Satpol Rp 20 juta," jelasnya.
Pemkot Surabaya kini masih menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antara kasus baru dengan dua oknum yang sebelumnya telah dipecat.
Eri bahkan tidak menutup kemungkinan adanya kelompok atau tim yang secara khusus menjalankan modus penipuan loker tersebut.
Politisi PDI Perjuangan Itu meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dengan info lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan pemerintah, terlebih diminta untuk membayar.
"Jadi minta tolong sekali lagi, kalau ada yang melaporkan itu atau menawarkan itu, tolong sampaikan ke pemerintah kota. Segera saya selesaikan secara hukumnya. Karena ini sudah gak karu-karuan ini," tandas Eri.