← Beranda
Mentan Amran Copot Korwil KPPG Surabaya karena Dapur MBG Tak Serap Telur Peternak 
Novia HerawatiRabu, 12 Agustus 2026 | 21.18 WIB
Menteri Pertanian, Andi Amran meminta agar Korwil KPPG Surabaya dicopot dari jabatannya karena tak melakukan penyerapan telur dari peternak, Surabaya, Selasa (11/8). (Novia Herawati/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman mencopot Korwil Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Surabaya Tiara Devi.

Hal itu terjadi pada Rapat Pengunggasan Nasional di Surabaya. Momen tersebut terjadi setelah Mentan Amran menerima laporan tentang penyerapan telur dari peternak.

Dalam hal ini, KPPG Surabaya dinilai belum melakukan penyerapan telur dari peternak sebagaimana yang diinstruksikan pemerintah.

"Jangan marah sama saya ya, tolong Pak (Wakil BGN) kalau bisa dicopot, biar enggak ada lagi. Ini bukan sebagai menteri, ini peternak, rakyat meminta keputusan,” tutur Amran dalam rapat di Pusvetma Surabaya, Selasa (11/8) kemarin.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyerap telur dari peternak.

"Sudah ada instruksi, sudah ada surat bahwa wajib menyerap (telur dari peternak) sesuai petunjuk teknik yang sudah ada. Jutaan orang yang menderita kalau salah keputusan," imbuhnya dengan nada tegas.

Menurut Amran, kebijakan SPPG menyerap telur dari peternak merupakan langkah pemerintah melindungi peternak sekaligus memastikan hasil produksi terserap dengan harga yang ditentukan.

"Itu atas nama negara. Karena kenapa? Mereka belum membeli harga telur sesuai perintah dari Kepala BGN. Itu kita lakukan demi peternak-peternak kita seluruh Indonesia," tegas Mentan Amran.

Ia juga mengancam akan memberikan sanksi serupa, yakni pencopotan, kepada pihak-pihak yang tidak serius menjalankan kebijakan penyerapan telur dari peternak sesuai arahan pemerintah.

Baca Juga: MBG Bisa Picu Keracunan Meski Dikonsumsi Sebelum 4 Jam, Begini Penjelasan Pakar

"Mungkin nanti bukan itu saja, kalau ada yang melakukan lagi, itu dicopot lagi. Jangan beri ruang orang yang bermain-main di tengah kesulitan rakyat kecil. Apa ada yang mau menyusul? Silakan, coba," pungkasnya. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan