JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), akan mencabut gelar Runner Up Raka Jatim, Trio Ferdian Rahmana, yang diduga menyuruh pacarnya melakukan aborsi kandungan ke dukun hingga Singapura. Hal itu dilakukan sebagai hukuman atas dugaan perbuatan yang dilakukan pelaku.
"(Soal hukuman) sanksi terberat pasti pencabutan gelar dan pengeluaran dari Ikatan Raka Raki," tegas Kepala Disbudpar Jawa Timur Evy Afianasari, Selasa (11/8).
Hingga kini, menurut Evy pihaknya masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya.
Sebab, figur yang menjadi pemberitaan, yakni Tio Ferdian Rahmana merupakan perwakilan Raka dari Surabaya. Oleh karena itu, pemeriksaan awal terhadap kasus tersebut menjadi kewenangan pemerintah setempat.
"Jadi kalau ada kasus, mereka dulu yang investigasi. Nanti mereka akan mengirimkan berita acara hasil investigasinya ke kami. Setelah itu baru kami akan melakukan sidang dengan dewan juri," ujarnya, Selasa (11/8).
Kendati demikian, Evy menyebut Disbudpar Jatim telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, namun belum ada informasi yang bisa disampaikan ke publik, karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
“Sudah. Pastinya sudah. Tetapi masih belum bisa memberikan keterangan, karena belum ada dokumen yang ditandatangani. ," tukas Evy.
Kronologi singkat
Nama runner up Raka Raki Jawa Timur 2026, Tio Ferdian Rahmana mendadak menjadi perbincangan di media sosial. Pria 24 tahun tersebut diduga meminta pacarnya aborsi kandungan ke dukun hingga Singapura.
Kasus tersebut muncul setelah akun instagram @ingintauindonesia mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga antara Tio dengan pacarnya yang membahas rencana aborsi ke dukun anak.
"Runner-up Raka & Raki Jawa Timur 2026, yang juga Cak & Ning Surabaya 2023 diduga terlibat kasus kekerasan seksual terhadap pacarnya sendiri. Berita ini mencuat setelah ajang pemilihan duta wisata (Raka & Raki) yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur baru saja selesai," tulis caption Instagram @ingintauindonesia, dikutip JawaPos.com pada Selasa (11/8).
Baca Juga: Viral, Runner-up Raka-Raki Jatim Diduga Minta Pacar Aborsi hingga ke Singapura
"Mumpung (usia kehamilan) belum 12 minggu, aku gak siap sanksi sosial, aku juga kasian kamu," ucap Tio kepada pacarnya, dalam tangkapan layar yang beredar luas di media sosial.