JawaPos.com - Basarnas kembali mengerahkan KN SAR 249 Permadi untuk mencari keberadaan bangkai Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II, yang tenggelam di Perairan Utara Sumenep, Madura.
Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie mengatakan KN SAR 249 Permadi bertolak dari Dermaga Navigasi Tanjung Perak pada Sabtu (8/8) pukul 08.15 WIB.
Kapal tersebut 11 ABK dan satu tim rescuer Kantor SAR Kelas A Surabaya. KN SAR 249 Permadi melaju menuju area pencarian yang berjarak sekitar 70 mil laut dari Surabaya, dengan kecepatan 14 knot.
"Pengerahan Alut SAR laut ini menjadi bagian dari upaya Basarnas dalam operasi kesiapsiagaan, sambil menunggu hasil verifikasi tentang adanya penumpang yang belum ditemukan," ujarnya, Minggu (9/8).
Sementara, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit menegaskan bahwa proses verifikasi oleh KSOP dan perusahaan kapal tidak membuat tim SAR gabungan berhenti berupaya.
"Pemantauan tetap kami lakukan untuk mengantisipasi setiap kemungkinan di wilayah perairan utara Madura. Alhamdulillah kondisi laut pada Sabtu (kemarin) juga cukup mendukung operasi)," kata Nanang.
Berdasaekan data BMKG cuaca di perairan utara Madura cerah berawan. Angin bertiup dengan kecepatan 10-11 knot menuju tenggara. Tinggi gelombang berada pada kisaran 1,1-1,2 meter, sedangkan arus laut sekitar 0,7-1,1 knot.
"Namun, kondisi laut yang relatif bersahabat bukan berarti tim bisa bekerja tanpa kewaspadaan. Keselamatan personel dan unsur SAR tetap menjadi perhatian utama selama proses penyisiran," imbuhnya.
Tidak hanya mengandalkan pencarian jalur laut, Basasnas juga melakukan penyisiran Perairan Utara Sumenep dari udara dengan Helikopter jenis AWS139 HR1301 pada Kamis (6/8), namun hasilnya nihil.
"Helikopter AWS139 rencananya kembali dikerahkan hari ini, Minggu (9/8/). Dengan mengerahkan Alut SAR laut dan udara, cakupan pencarian diharapkan semakin luas (dan KMP Mutiara Sentosa II ditemukan)," ucap Nanang.
Kronologi singkat
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya - Makassar, mengalami kecelakaan laut di Perairan Utara Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur pada Minggu pagi (2/8).
Laporan awal insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep, Madura, diterima Petugas Siaga Kantor SAR Surabaya dari pihak Syahbandar Tanjung Perak dan PT ALP pada Minggu (2/8) pukul 08.24 WIB.
Sementara pihak perusahaan kapal mendapat info dari nahkoda bahwa kapal terbakar di ujung utara madura sekitar pukul 06.00 - 07.00 WIB dan setelahnya nahkoda tidak dapat dihubungi kembali.
Pada hari ketiga pencarian, Selasa siang (4/8), Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 238 korban KMP Mutiara Sentosa II, dengan rincian, 233 korban selamat dan 5 korban meninggal dunia.
Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii mengatakan jumlah tersebut sudah sesuai dengan data manifes yang dilaporkan KSOP, perusahaan operasi kapal, dan keterangan nahkoda kapal.
"Karena itu, secara resmi saya sampaikan bahwa operasi SAR secara khusus dalam penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II secara resmi saya alihkan kepada operasi rutin oleh Kantor SAR Surabaya," tutur Syafii.
Namun di tengah keputusan tersebut, sejumlah keluarga korban mendatangi Posko Penanganan Penumpang KMP Mutiara Sentosa II di Pelabuhan Tanjung Perak. Mereka berharap anggota keluarganya dapat segera ditemukan.
Baca Juga: Berburu Kabar di Posko, Hafik Lega Keponakannya Selamat dari Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II
JawaPos.com menghimpun ada empat keluarga korban yang melaporkan kehilangan. Nama mereka tidak tercantum dalam daftar 238 korban yang terevakuasi, baik korban selamat maupun korban meninggal dunia.
Empat korban tersebut, yakni Bustam Sanusi (sopir ekspedisi), Andik Herman (sopir ekspedisi), Abdul Manan (koki atau kru KMP Mutiara Sentosa II), dan Abdurrahman (sopir mobil boks).