JawaPos.com - Nahkoda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II yang terbakar di Perairan Utara Sumenep, Pulau Madura pada Minggu (2/8), menyebut titik api berasal dari buritan atau bagian belakang kapal.
Pernyataan nahkoda tersebut diceritakan ulang oleh PT Atosim Lampung Pelayaran (ALT) selaku perusahaan operator KMP Mutiara Sentosa II di Posko Penanganan Penumpang KMP Mutiara Sentosa, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
"Yang disampaikan sama nahkoda, teman-teman kru itu api berasal dari buritan. Sedangkan alat penyelamat itu semua di belakang posisinya," tutur Kepala Cabang PT ALP Surabaya, Ferdinand Pondang, Rabu (5/8).
Baca Juga: Simak, Jadwal Waktu Shalat Bagi Wilayah Sumedang Besok Kamis, 6 Agustus 2026
Kemunculan api di buritan membuat akses menuju peralatan keselamatan menjadi terhambat. Apalagi, sebagian besar perlengkapan, seperti sekoci dan Inflatable Liferaft (ILR), ditempatkan di buritan.
Dalam kondisi tersebut, nakhoda mengarahkan penumpang menuju haluan atau bagian depan kapal. Mereka diminta memakai pelampung dan menyelamatkan diri dengan melompat ke laut sebelum kobaran api semakin membesar.
"Sekoci, ILR (Inflatable Liferaft), semuanya di belakang. Jadi nakhoda katanya menyampaikan itu penumpang dialokasikan ke haluan semua untuk lompat pada saat kapal mulai terbakar," imbuh Ferdinand.
Ia memastikan KMP Mutiara Sentosa II dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan yang lengkap. PT ALP juga mengklaim telah menjalani pemeriksaan kelaiklautan pada Juni 2026 dan dinyatakan laik jalan.
“APAR ada, bel alarm juga ada, cuma saya belum (dapat) info dari nakhoda apa itu diaktifkan atau tidak. Nahkoda terevakuasi dengan selamat. Selebihnya, kami menunggu hasil investigasi resmi pihak terkait," pungkasnya.
Baca Juga: Pengakuan Saepullah Pelaku Mutilasi di Depok, Cuma Butuh Teman Ngobrol Malah Dipegang-Pegang
Kronologi singkat
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya - Makassar, mengalami kecelakaan laut di Perairan Utara Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur pada Minggu pagi (2/8).
Laporan awal insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep, Madura, diterima Petugas Siaga Kantor SAR Surabaya dari pihak Syahbandar Tanjung Perak dan PT ALP pada Minggu (2/8) pukul 08.24 WIB.
Sementara pihak perusahaan kapal mendapat info dari nahkoda bahwa kapal terbakar di ujung utara madura sekitar pukul 06.00 - 07.00 WIB dan setelahnya nahkoda tidak dapat dihubungi kembali.
Pada hari ketiga pencarian, Selasa siang (4/8), Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 238 korban KMP Mutiara Sentosa II, dengan rincian, 233 korban selamat dan 5 korban meninggal dunia.
Baca Juga: Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Melonjak 68 Persen pada Semester I 2026, Pangsa Pasar Tembus 38 Pe
Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii mengatakan jumlah tersebut sudah sesuai dengan data manifes yang dilaporkan KSOP, perusahaan operasi kapal, dan keterangan nahkoda kapal.
"Karena itu, secara resmi saya sampaikan bahwa operasi SAR secara khusus dalam penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II secara resmi saya alihkan kepada operasi rutin oleh Kantor SAR Surabaya," tutur Syafii.