← Beranda
Berburu Kabar di Posko, Hafik Lega Keponakannya Selamat dari Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II
Novia HerawatiSelasa, 4 Agustus 2026 | 16.48 WIB
Hafik Ruspandi, menunjukkan foto keponakannya, Restu Andika yang menjadi korban selamat insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Utara Sumenep. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Wajah Hafik Ruspandi, 57 tahun, yang semula dipenuhi kecemasan berubah menjadi rasa lega saat mendapat informasi bahwa keponakannya selamat dari insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. 

Hafik datang ke Posko Terpadu Penanganan KMP Mutiara Sentosa II di Terminal GSN, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya untuk mencari keberadaan keponakannya, Restu Andika, 33 tahun.

Laki-laki tersebut begitu panik mencari-cari keberadaan Restu. Di berbagai sudut terminal, ia tak menemukan batang hidung sang keponakan. Hingga akhirnya, ia bergegas menuju papan informasi yang memuat data korban.

Satu per satu nama yang tertera di papan itu diamatinya. Hingga di bagian bawah daftar, Hafik menemukan nama Restu Andika tercantum dalam daftar korban selamat dari insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.

"Menurut bapak tadi (petugas di posko), keponakan saya dibawa ke hotel, berarti kalau ada di hotel (yang difasilitasi perusahaan kapal), berarti kan sudah selamat," ujarnya kepada awak media di Posko pada Senin malam (3/8).

Meski sedikit lebih tenang, Hafik mengaku belum sepenuhnya lega karena belum bertemu langsung dengan sang keponakan. "Agak lega lah katanya sudah selamat, tapi masih belum puas karena belum ketemu," imbuh Hafik.

Lebih lanjut, Hafik bercerita bahwa keponakannya bekerja sebagai sopir ekspedisi. Sebelum menaiki KMP Mutiara Sentosa II, Restu telah melakukan perjalanan laut dari Banyuwangi ke Surabaya. 

"Dia kan sopir ekspedisi, sopir muat barang, lah. Dia dari Banyuwangi ke Surabaya, lalu naik kapal itu ke Makassar. Kalau dapat infonya dari perusahaan tempat Restu bekerja di Banyuwangi, saya kebetulan tinggal di Surabaya, makanya buru-buru ke sini," pungkas Hafik.

Kronologi singkat

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II mengalami kecelakaan laut di Perairan Utara Sumenep, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur pada Minggu pagi (2/8).

KMP Mutiara Sentosa II merupakan kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Kapal tersebut melayani rute utama Surabaya - Makassar dengan waktu tempuh 40 jam atau 1 hari 16 jam.

Laporan awal insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep, Madura, diterima Petugas Siaga Kantor SAR Surabaya dari pihak Syahbandar Tanjung Perak dan PT ALP pada Minggu (2/8) pukul 08.24 WIB.

Semenit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran menghubungi Kantor SAR Surabaya. Perusahaan melaporkan KMP Mutiara Sentosa 2 dengan sekitar 250 penumpang mengalami kebakaran saat berlayar menuju Makassar.

Baca Juga: Kesaksian Korban Selamat Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II: Terombang-ambing 5 Jam di Laut

Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nahkoda bahwa kapal terbakar di ujung utara madura sekitar pukul 06.00 - 07.00 WIB dan setelahnya nahkoda tidak dapat dihubungi kembali.

Hingga Senin malam, 233 korban telah terevakuasi: 228 korban selamat dan 5 korban meninggal dunia. Sebanyak 57 penumpang di antaranya dalam perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Perak menggunakan KN Masalembo. 

 

EDITOR: Kuswandi