← Beranda
Kesaksian Korban Selamat Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II: Terombang-ambing 5 Jam di Laut
Novia HerawatiSelasa, 4 Agustus 2026 | 15.28 WIB
Korban selamat insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Arya, menceritakan detik-detik kepanikan saat kapal terbakar. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Detik-detik Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II terbakar di Perairan Utara Sumenep, Pulau Madura, pada Minggu pagi (2/8), masih terekam jelas dalam memori Arya, 23 tahun. 

Sopir ekspedisi asal Palu, Provinsi Sulawesi Tengah tersebut nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dan terombang-ambing selama sekitar lima jam, sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.

Suasana damai pagi itu berubah menjadi kepanikan saat seorang sopir berteriak mobilnya terbakar. Arya dan penumpang lain yang tengah duduk santai menikmati sarapan sontak berhamburan mencari pelampung.

Baca Juga: Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!

"Iya, katanya (seorang sopir tersebut) mobilnya kebakar. Jadi semua udah panik mau turun. Mau turun ke bawah sudah nggak bisa," tuturnya saat ditemui di Terminal GSN Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8).

Pemuda 23 tahun yang bekerja sebagai sopir ekspedisi tersebut bepergian seorang diri. Tidak ada teman, apalagi sanak saudara. Dalam situasi mencekam tersebut, yang terlintas di benaknya hanya satu: mencari pelampung.

"Nggak ada teman, nggak kenal siapa-siapa, jadi sendiri. Saya kan sopir ekspedisi. Setelah dapat pelampung, saya mau lari ke bagian depan kapal, tetapi ternyata depannya sudah mau kebakar, sudah panas," imbuhnya.

Saat kobaran api semakin membesar, Arya yang telah mengenakan pelampung memutuskan melompat ke laut demi menyelamatkan diri. Di sekitarnya, puluhan penumpang lain juga mengambil keputusan yang sama.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Tanpa Alex Martins, Bernardo Tavares Andalkan Kekuatan Kolektif Hadapi Arema FC

"Semua penumpang sudah siap pelampung. Mereka panik semua, teriak mobil terbakar. Saya buru-buru lompat (ke laut) karena (kapal) sudah panas," ucap pemuda yang mengenakan kaos polo itu.

Selama sekitar lima jam, Arya terombang-ambing di tengah laut dan hanya mengandalkan pelampung. Tanpa pilihan lain, ia pasrah menunggu bantuan datang sambil terus berusaha tetap mengapung.

Pertolongan akhirnya tiba saat kapal milik PT Pertamina mendekat. Arya bersama 11 penyintas lainnya dievakuasi dari tengah laut, lalu dipindahkan ke KRI Nala-363 untuk dibawa ke tempat yang lebih aman.

"Pasrah saja. Kalau bisa diselamatkan, Alhamdulillah. Sekitat 5 jam kemudian, ada pertolongan dari kapal Pertamina. Di situ kita ada 12 orang. Dari kapal Pertamina kita dioper ke KRI Nala-363," kata Arya.

Ia kemudian tiba di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Senin dini hari. Setelah selamat, Arya segera menghubungi keluarganya di Palu untuk mengabarkan kondisinya.

Kronologi singkat

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II mengalami kecelakaan laut di Perairan Utara Sumenep, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur pada Minggu pagi (2/8).

Baca Juga: Drone Ukraina Hantam Kawasan Pantai Wisata di Rusia, 11 Tewas, Puluhan Orang Lain Terluka

KMP Mutiara Sentosa II merupakan kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Kapal tersebut melayani rute utama Surabaya - Makassar dengan waktu tempuh 40 jam atau 1 hari 16 jam.

Laporan awal insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep, Madura, diterima Petugas Siaga Kantor SAR Surabaya dari pihak Syahbandar Tanjung Perak dan PT ALP pada Minggu (2/8) pukul 08.24 WIB.

Semenit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran menghubungi Kantor SAR Surabaya. Perusahaan melaporkan KMP Mutiara Sentosa 2 dengan sekitar 250 penumpang mengalami kebakaran saat berlayar menuju Makassar.

Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nahkoda bahwa kapal terbakar di ujung utara madura sekitar pukul 06.00 - 07.00 WIB dan setelahnya nahkoda tidak dapat dihubungi kembali.

Baca Juga: Orang yang Dibesarkan Tanpa Ponsel Menguasai 6 Keterampilan Hidup yang Tak Dimiiliki Banyak Pemuda

Data per Senin (3/8) pukul 15.20 WIB, 233 korban telah terevakuasi: 228 korban selamat dan 5 korban meninggal dunia. Sebanyak 57 penumpang di antaranta tengah dalam perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Perak menggunakan KN Masalembo. (*)

EDITOR: Bintang Pradewo