JawaPos.com - Insiden kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep, Pulau Madura, pada Minggu pagi (2/8), menjadi sorotan. Sebanyak 5 penumpang dilaporkan meninggal dunia.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah akan mengevaluasi operator KMP Mutiara Sentosa II setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menuntaskan investigasi.
"Kami akan evaluasi, tetapi yang paling penting akan lihat dulu sebab-sebabnya dari KNKT. Ini menjadi evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan," ujarnya di Posko Informasi Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin dini hari (3/8).
Dudy menekankan evaluasi dilakukan untuk menilai kinerja operator, mengingat kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) tersebut dilaporkan sudah dua kali mengalami kebakaran.
"Jadi terhadap perusahaan kita akan melakukan evaluasi melihat dari data yang ada, kalau tidak salah sudah dua kali ya. Ini akan menjadi lesson learned buat kita (untuk melakukan evaluasi menyeluruh)," imbuhnya.
Selain mengevaluasi operator, Kemenhub masih memfokuskan proses pencocokan data manifes dengan jumlah korban yang telah dievakuasi. Langkah itu dilakukan karena sejumlah kapal penyelamat masih dalam perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Perak.
Adapun selisih data manifes dipicu penumpang yang membatalkan perjalanan tanpa pembaruan data. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ditemukan lima anak yang belum tercantum dalam manifes.
"Informasi yang kami terima, ada penumpang yang membatalkan perjalanan, tetapi manifesnya tidak direvisi. Itu menjadi evaluasi kami. Mestinya kalau ada perubahan harus dilaporkan dan dicatat," tegas Dudy.
Pencatatan seluruh penumpang wajib dilakukan untuk menjamin hak korban jika terjadi kecelakaan serta memastikan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung bagi anak-anak, tersedia sesuai kebutuhan.
Kronologi Singkat
KMP Mutiara Sentosa II merupakan kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Kapal tersebut melayani rute utama Surabaya - Makassar dengan waktu tempuh 40 jam.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit mengatakan laporan awal insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 diterima Petugas Siaga Kantor SAR Surabaya dari pihak Syahbandar Tanjung Perak dan PT ALP.
"Petugas Siaga Kantor SAR Surabaya terima telepon pukul 08.24 WIB dari Petugas Siaga Syahbandar Tanjung Perak bahwa ada kapal terbakar di perairan utara Sumenep, Madura," ujarnya.
Semenit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran menghubungi Kantor SAR Surabaya. Perusahaan melaporkan KMP Mutiara Sentosa 2 dengan sekitar 250 penumpang mengalami kebakaran saat berlayar menuju Makassar.
"Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nahkoda bahwa kapal terbakar di ujung utara madura sekitar pukul 06.00 - 07.00 WIB dan setelah itu nahkoda tidak dapat dihubungi kembali," imbuh Nanang.
Kepanikan para penumpang terekam jelas dalam video amatir yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, penumpang tampak berkumpul di geladak kapal sambil mengenakan jaket pelampung berwarna oranye.
Sementara asap hitam pekat membumbung dan menyelimuti sebagian lambung. Beberapa penumpang nekat menceburkan diri ke laut, sebagian penumpang lainnya memilih tetap di dek menunggu pertolongan.
Hingga pukul 05.28 WIB, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 234 korban, dengan rincian 229 korban selamat dan 5 korban meninggal dunia. Penyebab kecelakaan masih belum diketahui.