← Beranda
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
Novia HerawatiJumat, 31 Juli 2026 | 19.58 WIB
Ilustrasi demo PSHT. (dok. Jawa Pos Group)

JawaPos.com - Sekitar 10 ribu massa yang mengatasnamakan Komunitas Arush Bawah PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Jawa Timur, akan menggelar aksi damai di Surabaya, Jumat siang (31/7). 

Aksi tersebut buntut dari insiden bentrokan antara DC (debt collector) dan valet atau petugas parkir, yang terjadi di halaman parkir kafe kawasan Jalan Basuki Rahmat, Genteng, Surabaya pada Sabtu dini hari (25/7). 

Akibat bentrokan dikabarkan 2 petugas parkir valet mengalami luka bacok, yakni Feri, 25, dengan luka bacok di punggung dan pantat, serta Didik, 28, dengan luka bacok di area tangan. 

Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA) PSHT Cabang Surabaya, Rosadin, membenarkan adanya rencana aksi damai tersebut.

Baca Juga: Rahasia Dadar Jagung Khas Surabaya, Gurih Maksimal dengan Bumbu Tradisional

Namun, kegiatan itu bukan agenda resmi yang diselenggarakan oleh organisasi PSHT.

"Kegiatan aksi ini bukan dari organisasi, melainkan solidaritas dari adik-adik arus bawah sesuai yang tertera di flyer. Jadi bukan dari pengcab (pengurus cabang) PSHT Surabaya," tuturnya kepada JawaPos.com, Jumat (31/7).

Meski tidak menjadi penyelenggara maupun terlibat secara resmi, PSHT Cabang Surabaya akan tetap memantau jalannya aksi damai yang digelar Komunitas Arush Bawah PSHT Jawa Timur.

"Memang benar kami secara organisasi tidak mewakili, tetapi kita tetap memantau (jalannya aksi damai). Ini kan adik-adik kita juga (Komunitas Arush Bawah PSHT Jatim). Kita memantau, saya ada di lokasi ini," imbuhnya.

Berdasarkan pamflet yang beredar dan diterima JawaPos.com, aksi damai akan digelar di dua tempat. Yakni Markas Debt Collector di Jalan Teuku Umar dan Mako Polrestabes Surabaya di Jalan Sikatan.

Baca Juga: 2 Petugas DLH Surabaya Diduga Pungli Pedagang, Satu Terancam Dipecat

"Aksinya dimulai jam 1 siang. Pertama di Mako Polrestabes Surabaya dulu, setelah itu baru ke Markas M1R. Untuk estimasi massa 10 ribu orang dari Surabaya dan sekitarnya," ucap Rosadin.

Tuntutannya, menolak kekerasan dan mendesak penegak hukum untuk segera menangkap dan mengadili oknum DC, atas penganiayaan dan pembacokan terhadap petugas valet yang merupakan anggota PSHT.

"Tuntutan kami jelas, penegakan hukum tanpa tebang pilih. Kan yang bawa sajam banyak, kok cuma satu yang ditangkap, yang lain kok nggak diproses. Kami meminta Polrestabes Surabaya mengusut tersangka-tersangka lain juga," pungkas Rosidin.

EDITOR: Bayu Putra