JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah data yang menyebut bahwa ada kasus 522 anak dan remaja di Sidoarjo yang terjangkit Human Immunodeficiency Virus atau HIV.
Berdasarkan data Kemenkes, kasus HIV pada anak dan remaja di Sidoarjo dari 2001-2026 tak sebanyak data viral tersebut.
Sebaliknya, mayoritas kasus HIV ditemukan pada orang dewasa, dan hampir seluruhnya berasal dari penularan horizontal atau dari sesama penderita. terutama ladi kalangan gay atau laki-laki berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL).
Berdasarkan data resmi Kemenkes, situasi HIV Kabupaten Sidoarjo sejak tahun 2001 hingga Juni 2026 total telah ditemukan 1.183 kasus HIV secara kumulatif pada kelompok usia 0-24 tahun.
Baca Juga: Dinkes Sidoarjo Bantah Isu 522 Pelajar Terpapar HIV, Data Sebenarnya 60 Kasus
Pada usia anak usia 0-10 tahun sendiri, tercatat 117 kasus HIV dan seluruhnya merupakan penularan dari ibu ke anak (penularan vertikal).
Dari jumlah tersebut, 32 anak masih hidup dan menjalani pengobatan antiretroviral, 35 anak meninggal, sedangkan 50 anak tercatat lost to follow-up (LFU) atau tidak lagi terpantau dalam layanan pengobatan.
"Kondisi ini menegaskan pentingnya memperkuat layanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA), mulai dari skrining HIV pada ibu hamil hingga keberlanjutan terapi bagi ibu dan bayi," tulis data resmi Kemenkes, dikutip Selasa (28/7).
Adapun pada kelompok remaja usia 11–17 tahun, ditemukan 60 kasus HIV di Sidoarjo.
Sebanyak 4 kasus berasal dari penularan vertikal, sedangkan 56 kasus merupakan penularan horizontal yang ditemukan pada berbagai kelompok sasaran.
Baca Juga: 115 Napi High Risk di Lapas Porong Sidoarjo Dipindah ke Nusakambangan
Termasuk pasien TBC, laki-laki berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL), ibu hamil, pasangan ODHIV, pekerja seks, maupun kelompok yang belum teridentifikasi faktor risikonya.
Hingga Juni 2026, Kemenkes mencatat bahwa 34 remaja masih menjalani pengobatan, 7 orang meninggal, dan 19 orang berstatus LFU.
"Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan HIV, dan akses layanan kesehatan remaja yang ramah dan mudah dijangkau," tegas Kemenkes.
Sementara itu, di kelompok usia 18–24 tahun mencatat kasus terbanyak hingga 1.006 kasus HIV.
dari jumlah itu, nyaris seluruhnya atau 1.005 kasus berasal dari penularan horizontal.
Baca Juga: Meski Diprotes Sopir Angkot, Halte Medaeng Sidoarjo Tetap Jadi Titik Transit Trans Jatim
Sebagian besar kasus ditemukan melalui layanan pada kelompok populasi kunci. lebih dari separuhnya tercatat sebagai LSL (521 kasus).
Kemudian ada populasi yang belum teridentifikasi faktor risikonya (210), ibu hamil (60), pasien TBC (44), dan pasangan berisiko tinggi (41 kasus).
Selain itu, ada pasangan ODHIV (39), pekerja seks perempuan (32), pelanggan pekerja seks (24), waria (11), pasien infeksi menular seksual (9), warga binaan pemasyarakatan (8), calon pengantin (4), serta pengguna napza suntik (1).
Dari kelompok usia ini, 572 orang masih menjalani pengobatan, 123 orang meninggal, dan 311 orang berstatus LFU.
Data tersebut menunjukkan pentingnya perluasan skrining HIV pada berbagai pintu masuk layanan kesehatan serta penguatan pendampingan agar pasien tetap bertahan dalam pengobatan.
Baca Juga: Bocah 14 Tahun Jadi Korban Dugaan Penyekapan di Sidoarjo, Dipaksa Mengamen hingga Diancam Dibunuh