JawaPos.com – Kesenian tradisional bakal makin punya tempat di Surabaya. Sebab, Pemkot Surabaya tengah menyiapkan ruang-ruang publik sebagai panggung permanen bagi kesenian tradisional.
Beberapa ruang publik yang disiapkan di antaranya taman kota, pendopo kelurahan, hingga balai kecamatan.
Dilansir dari Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Senin (27/7), ruang-ruang itu akan dimaksimalkan sebagai tempat latihan dan pertunjukan seni tradisional, untuk mempercepat regenerasi seniman muda di Kota Pahlawan.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat menghadiri Sarasehan Seniman Reog dan Jaranan se-Surabaya di Sanggar Paguyuban Reog Purbaya, Rungkut Asri.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Segel 250 Titik Parkir Tak Berizin, Pelaku Usaha Diminta Patuh
Eri mengatakan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan membangun sanggar atau menggelar pertunjukan sesekali.
Menurut dia, anak-anak Surabaya harus diberi ruang untuk melihat, belajar, hingga tampil secara rutin. Sehingga kesenian tradisional menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
"Saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Pariwisata agar taman-taman, pendopo kelurahan, maupun kecamatan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan seni budaya. Baik sebagai tempat latihan maupun kegiatan lainnya," ujarnya.
Menurut politikus PDIP itu, ruang publik harus menjadi tempat tumbuhnya kreativitas sekaligus wadah regenerasi para pelaku seni tradisional.
"Seni budaya harus tampil di taman dan ruang-ruang publik. Dengan begitu anak-anak bisa melihat langsung, belajar, lalu mempraktikkannya. Harapan saya, generasi Surabaya memiliki karakter kuat dan tidak tergerus budaya asing," tegasnya.
Baca Juga: Tak Digubris Sejak 2024, Pemkot Surabaya Bongkar Bangunan Liar untuk Perluasan RSUD Eka Candrarini
Selain memfasilitasi ruang untuk tampil, Pemkot Surabaya juga akan memperkuat sistem pembinaan kelompok seni melalui paguyuban.
Untuk itu, Eri meminta seluruh perangkat daerah yang membutuhkan penampilan kesenian tradisional berkoordinasi melalui organisasi resmi. Agar kesempatan tampil dapat dirasakan secara merata oleh seluruh kelompok seni.
"Ketika pemkot mengundang kelompok seni, semuanya melalui paguyuban. Dengan begitu pembinaannya lebih adil dan seluruh kelompok mendapatkan kesempatan yang sama," jelas Eri.
Bawa Event Seni Tradisional Besar ke Surabaya
Ia juga berencana membawa event kesenian tradisional berskala besar ke Surabaya. Menurut dia, Surabaya punya potensi besar menjadi salah satu pusat perkembangan seni tradisional di Indonesia.
"Kami ingin menggelar kompetisi Reog dan Jaranan berskala Jawa Timur bahkan nasional di Surabaya. Saya berharap ini semakin membangkitkan semangat para seniman sekaligus menegaskan Surabaya sebagai kota yang kuat dalam pelestarian seni budaya," imbuhnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo, Lanjutkan Normalisasi Sungai Kalianak
Sementara itu, Pembina sekaligus Penasehat Paguyuban Reog Purbaya, Heru Sancoko, mengapresiasi perhatian yang diberikan Pemkot Surabaya terhadap para pelaku seni tradisional.
"Ini menjadi kehormatan bagi kami. Kepedulian Pemkot Surabaya terhadap pelaku seni sangat luar biasa. Baru kali ini wali kota hadir langsung menyapa dan memberikan perhatian kepada pegiat Reog dan Jaranan di Surabaya," ujarnya.
Heru menjelaskan, Paguyuban Purbaya saat ini membina sedikitnya 47 grup Reog dan 10 grup Jaranan yang tersebar di berbagai wilayah di Surabaya.
Pihaknya berkomitmen menjaga eksistensi seni tradisi sekaligus menyiapkan regenerasi seniman muda melalui sinergi bersama pemerintah.
"Kami berharap kolaborasi ini membuat Reog dan Jaranan tidak hanya tetap hidup di Surabaya, tetapi juga mampu mengharumkan nama Kota Surabaya di tingkat regional maupun nasional," pungkasnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Benahi Parkir Makam Keputih, Pasang Portal dan Bisa Bayar Pakai QRIS