JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menginstruksikan pelaku usaha di sektor restoran, kafe, dan hotel untuk melakukan pelaporan pajak melalui sistem digital bapenda.surabaya.go.id.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan langkah ini diharapkan dapat menyamakan data transaksi antara pelaku usaha dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), sehingga selisih data pajak bisa diminimalisir.
Saat ini, Bapenda telah mendata para pelaku usaha sekaligus mengajak mereka berkolaborasi untuk memastikan pelaporan pajak dilakukan secara akurat, sesuai dengan nilai transaksi yang terjadi di lapangan.
"Bapenda menyampaikan bahwa kita harus kerjasama dengan teman-teman restoran, kafe dan hotel untuk memastikan bahwa pemasukannya sesuai dengan transaksi yang benar," ujarnya, Minggu (26/7).
Menurut Eri, penggunaan sistem digital menjadi bagian dari upaya menciptakan transparansi dalam pelaporan pajak sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara Pemkot Surabaya dan pelaku usaha.
"Maka Bapenda punya sistem digitalisasi yang harus digunakan dan dipakai. Dengan begitu tidak ada fitnah, tidak ada lagi prasangka negatif di antara Bapenda dengan pengusaha, akhirnya sama," imbuh Eri.
Ia menyatakan sistem pelaporan pajak berbasis digital akan menjadi salah satu syarat bagi restoran. Kebijakan ini bertujuan menyamakan data transaksi yang dimiliki pelaku usaha dan Pemkot Surabaya.
Menurutnya, kesesuaian antara nilai transaksi dan pajak yang dilaporkan harus dijaga agar tidak memunculkan dugaan maupun persepsi negatif terhadap pelaku usaha maupun Bapenda Surabaya.
"Makanya saya sampaikan tempat berdirinya restoran harus punya syarat itu, karena kan jadi bahaya ketika ada pajak yang tidak sesuai, ketika dilihat. (Misal) loh ini ada (pendapatan) sekian, kok (pajaknya) sekian," kata Eri.
Ia menegaskan penerapan sistem pelaporan pajak digital tidak dimaksudkan membebani pelaku usaha. Pemkot justru ingin memperkuat sinergi dengan wajib pajak sebagai mitra penting dalam pembangunan Surabaya.
"Kan ada dua sisi yang kena (Pemkot dan pengusaha). (Tidak bisa dipungkiri) Kita hidup dari pajaknya pengusaha, dan saya juga tidak mau Bapenda (disalahkan), maka mereka harus saling bersinergi," pungkasnya. (*)