JawaPos.com - Kasus dugaan pembunuhan ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo sudah genap satu bulan.
Namun, hingga kini polisi belum juga berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan, Erlan, Kamis (23/7).
"Kami masih ngejar terus, kak," tutur Katim Operasional Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Aipda Sigit Dwi Susanto ketika dikonfirmasi JawaPos.com via WhatsApp, Kamis (23/7).
Erlan diidentifikasi sebagai orang terakhir yang bersama korban sebelum ditemukan tewas di parkiran bandara Juanda Sidoarjo.
Baca Juga: BNNP Jatim Gagalkan Peredaran 5,4 Kg Sabu-sabu di Bangkalan, Terkait Jaringan Malaysia
Sebagai informasi, masyarakat digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan di dalam mobil yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo pada Rabu siang, 24 Juni 2026.
Korban adalah Ruly Yunis Setiawati, perempuan, 50 tahun, warga Desa Mlajah, Bangkalan.
Semasa hidup, ia menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang driver taksi online. Kecurigaan muncul setelah ia mencium bau menyengat dan mencurigai tetesan cairan yang berasal dari dalam mobil Toyota Kijang Innova.
Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, mobil dengan nopol M 1090 GP tersebut masuk ke area parkir Terminal 1 Bandara Juanda sejak Sabtu sore (20/6). Mobil itu tak pernah keluar lagi hingga ditemukan jasad perempuan.
Baca Juga: Polisi masih Buru Erlan, Terduga Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan di Bandara Juanda
Kejanggalan mulai terendus ketika rekaman CCTV menunjukan korban tidak datang seorang diri.
Saat memasuki kawasan bandara, mobil dikemudikan seorang pria bermasker dan satu orang lagi berada di kursi penumpang.
Pria tersebut adalah Erlan, 54 tahun, warga Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, yang diduga kuat sebagai dalang dibalik kematian misterius Ruly Yunis Setiawati.
Disinggung soal pernyataan kuasa hukum korban, Risang Bima Wijaya, yang menyebut Erlan kerap berpindah tempat dan berganti kartu SIM untuk menghilangkan jejak, Sigit tidak memberikan jawaban spesifik.
"Pasukan masih di Solo (Jawa Tengah). Semoga lekas terungkap, ya. Ini masih memetakan informasi dari media sosial terkait (keberadaan) Erlan," ucap polisi yang akrab disapa Hellboy tersebut.
Baca Juga: Polda Jatim Buka Sayembara Rp 20 Juta untuk Tangkap Erlan, Terduga Pembunuh ASN Bangkalan
Selain melakukan pengejaran, Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim juga membuka sayembara berhadiah Rp 20 juta bagi masyarakat yang membantu memberikan informasi keberadaan Erlan.
Namun, Aipda Sigit menegaskan bahwa nominal sayembara Rp 20 juta bukan anggaran dinas, melainkan inisiatif mandiri dari penyidik dan kelompok masyarakat yang mendorong agar terduga pelaku segera ditangkap.
"Dari unit kami sendiri, bukan dari kantor. Jadi kami diminta backup Polres (Sidoarjo Kota), untuk mempersempit ruang gerak pelaku, dari teman-teman kelompok masyarakat membantu dan terkumpul Rp 20 juta itu," terang Sigit.