JawaPos.com - Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengungkap ada 14 kabupaten yang menetapkan status darurat kekeringan.
Belasan kabupaten tersebut, meliputi Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, Jember, Sampang, Mojokerto, dan Situbondo.
"Dari jumlah tersebut, 11 daerah menetapkan status Siaga Darurat dan 3 daerah berstatus Tanggap Darurat," tutur Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, kepada awak media, Selasa (21/7).
Adapun 3 daerah yang bertatus tanggap darurat terhadap bencana kekeringan adalah Kabupaten Lumajang, Mojokerto, dan Bondowoso. Sedangkan daerah lainnya masih berstatus siaga darurat.
Salurkan 1 juta Liter Air Bersih ke Daerah Terdampak
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui BPBD, tidak tinggal diam. Sebanyak 1.035.000 (1,03 juta) liter air bersih telah didistribusikan ke daerah-daerah terdampak.
"Hingga pertengahan Juli 2026, BPBD bersama pemerintah kabupaten, dunia usaha, hingga lembaga sosial telah mendistribusikan 1.035.000 liter air bersih ke wilayah terdampak," sambungnya.
Bantuan tersebut disalurkan melalui 207 rit mobil tangki yang menjangkau 42 kecamatan, 56 desa, dan 73 dusun. Angka ini sekitar 23 persen dari total target distibusi air bersih di Jatim, yakni 867 rit.
"Dropping air bersih terus kami lakukan sesuai kebutuhan di lapangan. Kami juga terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran," beber Satriyo.
Selain itu, BPBD Jatim juga melakukan koordinadi dengan daerah untuk menyusun strategi dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.