JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk membuka hotline aduan masyarakat. Dengan begitu, setiap laporan dapat ditangani dengan capat, tanpa harus disampaikan kepadanya.
“Saya ingin tahu masyarakat berani apa enggak mengirim (aduan) ke hotline sampean (anda), ditindaklanjuti atau tidak. Nanti saya tarik hotline itu, jadi nggak perlu lagi ke saya,” ujar Eri di Surabaya, Minggu (19/7).
Nantinya, hotline camat, lurah, dan kepala dinas diharapkan bisa menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat. Mulai dari parkir liar, pungutan liar, premanisme, hingga pemanfaat aset yang tidak sesuai peraturan.
Baca Juga: Google Perluas AI Mode di Search, Kini Bisa Terhubung ke Canva, YouTube Music, dan Instacart
"Jadi adanya hotline itu, bukan sekadar memudahkan masyarakat untuk lapor, akan tetapi agar jajaran Kepala PD, camat, dan lurah bisa bergerak cepat merespon ketika ada aduan," lanjutnya.
Eri Cahyadi berharap dengan adanya hotline yang dimiliki masing-masing camat, lurah, berbagai aduan masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan lebih cepat. Sistem ini diharapkan juga bisa berjalan secara berkelanjutan.
Selama ini, orang nomor satu di Kota Surabaya tersebut menyayangkan adanya sejumlah aduan masyarakat yang dilaporkan kepada jajaran PD, camat, hingga lurah namun tidak segera ditindaklanjuti.
Menurut Eri, camat dan lurah yang tidak sigap menindaklanjuti persoalan warga dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan dan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.
“Kalau semua hotline itu ke saya, saya cuma (menjabat) 10 tahun paling lama. Tetapi panjenengan (anda) ini pensiunnya sampai umur 60 tahun, kalau kalian tidak pernah ada rasa sayang dan sadar kepada masyarakat maka hasilnya begini (tidak maksimal),” tegas Eri.
Ia optimistis hotline camat, lurah, dan kepala dinas, dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi sekaligus mewujudkan Surabaya yang aman, sehat, bersih, dan indah (ASRI).
“Saya harap hari ini muncul keberanin. Kita sebagai bagian dari pemerintah, program ASRI tidak boleh hanya sebagai slogan di Surabaya, tetapi kita buktikan, kita jalankan, itu yang harus kita jalankan dan buktikan,” pungkasnya. (*)