← Beranda
Eri Cahyadi Minta Jukir yang Pakai Trotoar untuk Lahan Parkir Dicopot
Novia HerawatiJumat, 10 Juli 2026 | 20.10 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan lurah dan camat untuk tegas mengatasi jukir nakal yang memarkirkan kendaraan di trotoar. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Keluhan pejalan kaki soal pedestrian yang beralih fungsi menjadi tempat parkir liar jadi perhatian Pemkot Surabaya.

Secara khusus, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan camat dan lurah agar tak membiarkan trotoar dijadikan lokasi parkir liar.

Ia memastikan bakal meminta Dinas Perhubungan mencopot jukir binaannya yang mengabaikan larangan parkir di trotoar.

"Jika menemukan jukir binaan Dishub membiarkan motor parkir di atas trotoar, berikan teguran maksimal 2 kali. Jika melanggar ketiga kalinya, rekomendasikan ke Dishub untuk dicopot dan diganti,” ujarnya, Jumat (10/7).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Jemput Bola, Puluhan Titik Parkir Belum Digital Siap Didatangi

Eri menegaskan bahwa trotoar atau pedestrian adalah fasilitas bagi warga Surabaya untuk berjalan kaki dengan nyaman. Bukan tempat parkir kendaraan yang bisa merusak fasilitas umum (fasum).

Karena itu, lurah dan camat kini wajib memantau titik-titik parkir di wilayahnya masing-masing.

Eri memastikan bahwa dirinya tidak mentoleransi lagi alasan ketidaktahuan dari pejabat terkait masalah yang dihadapi warga setempat.

“Ketika kalian memegang sebuah kekuasaan, maka di situlah menjadi tanggung jawab kalian. Tidak ada kalimat yang keluar, ‘Saya tidak tahu’. Jika punya mental seperti itu, silakan mundur sebelum saya copot," tegasnya.

Orang nomor satu di Surabaya tersebut juga meminta lurah dan camat untuk berani berinovasi dengan mengajak pengusaha agar ikut menjaga trotoar di depan tempat usaha mereka dari parkir liar.

Baca Juga: Sering Parkir di Tempat yang Sama di Supermarket? Anda Mungkin Memiliki 7 Ciri Mengejutkan Ini Menurut Psikologi

"Jangan pernah takut, kita punya Satgas Preman dan penegak hukum di Surabaya. Saya tidak ingin anak buah saya diancam saat bekerja untuk kepentingan umat. Tetapi kalau sampean bermain (curang), saya lepas," seru Eri.

Sebagai informasi, sebanyak 32 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya kembali mengalami mutasi dan rotasi jabatan. Mayoritas jabatan dari mereka adalah lurah dan camat.

Wali Kota Surabaya mengatakan mutasi dan rotasi jabatan ini dilakukan untuk peyegaran organisasi, optimalisasi pelayanan publik, sekaligus menjadi momen evaluasi bagi pejabat yang dinilai lalai melakukan pengawasan.

"Saya tidak akan pernah berhenti melakukan mutasi. Jabatannya bisa saya ganti meski hanya 1 atau 2 orang. Ingat, anda bekerja bukan untuk Wali Kota, tapi untuk warga Surabaya, jadilah contoh yang baik bagi warga," pungkas Eri. 

Baca Juga: Parkir Liar di Trotoar di Senopati-Gunawarman Jaksel, Mobil-Mobil Mewah Diderek Paksa

EDITOR: Bayu Putra