JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya jemput bola menyosialisasikan parkir digital kepada pengelola dan juru parkir (jukir) di puluhan titik yang belum menerapkan sistem tersebut.
Sosialisasi dilakukan Satpol PP Kota Surabaya bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP), dan unsur TNI-Polri.
Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Surabaya, Rizal Zainal Arifin, mengatakan kegiatan ini adalah tindak lanjut atas permohonan bantib dari Bapenda untuk mendukung percepatan parkir digital.
“Kami melaksanakan kegiatan bersama petugas gabungan berdasarkan permohonan dari Bapenda. Sebanyak tujuh lokasi kami datangi untuk memberikan sosialisasi terkait penerapan parkir digital," kata Rizal, Rabu (8/7).
Pada tahap awal, ia menurutkan dari total 38 titik parkir belum digital yang diajukan Bapenda Surabaya untuk dilakukan pendampingan, tujuh titik di antaranya sudah disosialisasikan oleh Pemkot Surabaya.
"Masih ada 31 titik yang akan kami datangi. Harapannya, seluruh penyelenggara parkir swasta dapat mematuhi ketentuan parkir digital sehingga penerapannya dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Surabaya," imbuhnya.
Selain memberikan sosialisasi, tim gabungan juga memfasilitasi pendaftaran parkir digital di lokasi. Pengelola yang belum bergabung dapat langsung mengurus administrasi dengan pendampingan petugas dari Bapenda.
"Kami memberikan kesempatan untuk langsung mendaftar di lokasi dan dibantu oleh rekan-rekan Bapenda. Prosesnya cukup cepat, sekitar sepuluh menit. Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait," ujar Rizal.
Dalam kegiatan tersebut, masih ditemukan sejumlah lokasi parkir yang belum menerapkan sistem parkir digital. Oleh karena itu, selain memfasilitasi pendaftaran, petugas juga memberikan edukasi mengenai manfaat penerapan sistem parkir digital.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Urus Pindah KK Gratis, Tak Ada Pungutan
"Masih ada pengelola yang belum menerapkan parkir digital. Karena itu, kami tidak hanya membantu proses pendaftaran, tetapi juga memberikan edukasi secara humanis mengenai pentingnya penerapan sistem ini," pungkasnya. (*)