JawaPos.com - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji buka suara terkait kericuhan yang terjadi saat Konser Denny Caknan di Surabaya Expo Center (SUBEC), kawasan eks Hi-Tech Mall (THR) pada Minggu malam (5/7).
Konser yang dapat disaksikan masyarakat secara gratis ini merupakan bagian dari rangkaian soft launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC) yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
“Nanti kita antisipasi, kan kejadian itu baru pertama kali, jadi kita evaluasi kalau ada mau bikin konser-konser kaya begitu ke depannya,” ucap politikus yang akrab disapa Cak Ji ini di Surabaya, Senin (6/7).
Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, kericuhan bermula saat pintu pagar area konser ditutup oleh panitia sekitar pukul 19.00 WIB. Namun di area luar, penonton membludak dan masih banyak yang belum bisa masuk.
Baca Juga: Konser Denny Caknan di Surabaya Ricuh: Pagar Jebol hingga Dua Petugas Luka-luka
Mereka berdesakan di area pintu masuk vanue konser Denny Caknan. Situasi semakin tidak terkendali ketika penonton di barisan depan saling dorong hingga pagar pembatas ambruk dan melukai dua petugas keamanan.
Dua korban luka-luka yang dilaporkan adalah seorang anggota Babinsa dan seorang personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya yang bertugas mengamankan acara.
“Ya nanti kita sambangi (korban kericuhan konser Denny Caknan di RSUD Dr. Soewandhie),” lanjut Cak Ji singkat.
Pemkot Surabaya Ingin Hidupkan Kembali Eks Hi-Tech Mall
Pemkot Surabaya menggelar Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC) di kawasan eks THR, Minggu (5/7). Acara dimeriahkan konser gratis dengan guest star Denny Caknan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi mengatakan, Eks Hi-Tech Mal telah menjadi pusat kreativitas anak muda dan komunitas di Kota Surabaya.
“Kedepannya tempat ini akan digunakan sebagai tempat anak muda hingga komunitas di Surabaya,” kata Herry dalam keterangannya.
Sebagai informasi, Hi-Tech Mall merupakan salah satu pusat perbelanjaan legendaris, yang pernah menjadi jujukan utama untuk orang-orang mencari komputer, laptop, printer, dan segala perintilannya.
Namun seiring waktu, aktivitas di Hi-Tech Mall terus menurun hingga bangunan tampak sepi dan kurang terawat. Melalui soft launching, Pemkot berupaya menghidupkan kembali kawasan itu dengan berbagai kegiatan kreatif.
“Kami harap ke depannya akan lebih banyak lagi komunitas yang masuk untuk menempati tenant yang sudah disediakan di Eks Hi-Tech Mal, karena pemkot ingin tempat ini benar-benar menjadi ruang bagi anak muda," pungkas Herry.