JawaPos.com - Revitalisasi Hi-Tech Mall Surabaya kini memasuki tahap akhir. Pemkot Surabaya menjadwalkan soft launching pada 5 Juli 2026. Tempat ini akan hadir dengan wajah baru sebagai pusat ekonomi kreatif.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan soft launching menandai dimulainya pengembangan Hi-Tech Mall sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif yang mewadahi UMKM, komunitas, dan anak muda di Surabaya.
“Insyaallah pada 5 Juli kami lakukan soft launching. Kami ingin memperkenalkan wajah baru High Tech Mal dan menggerakkan aktivitas dari bawah terlebih dahulu," ujar Eri di Surabaya, Minggu (28/6).
Sebagai informasi, Hi-Tech Mall merupakan salah satu pusat perbelanjaan legendaris, yang pernah menjadi jujukan utama untuk orang-orang mencari komputer, laptop, printer, dan segala "perintilannya".
Seiring berjalannya waktu dan pandemi Covid-19, pusat perbelanjaan tersebut mulai ditinggalkan pembelinya. Kesan angker, kotor, gelap, hingga tak terawat pun melekat pada Hi-Tech Mall Surabaya.
Pada tahap awal soft launching, area Hi-Tech Mall yang dibuka meliputi basement dan lantai dasar dengan menghadirkan tenant food and beverage (F&B), pelaku usaha custom motor dan mobil, serta berbagai komunitas kreatif lokal.
Tak hanya menghadirkan tenant baru, Pemkot Surabaya juga sedang menuntaskan pembangunan gedung pertemuan berkapasitas sekitar 3.500 meter persegi yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang.
“Gedung pertemuan ini insyaallah selesai pada Agustus. Luasnya sekitar 3.500 meter persegi sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan indoor, termasuk acara mantenan (pernikahan),” imbuhnya.
Pada tahap berikutnya, pengembangan lantai satu dan lantai dua akan difokuskan untuk menarik lebih banyak investor dengan menghadirkan beragam fasilitas, seperti area e-sport, simulator mobil e-sport, dan ruang kolaborasi kreatif.
Menurut Eri, konsep tersebut sengaja disiapkan agar High Tech Mal tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang berkumpul, berkreasi, dan mengembangkan potensi anak muda di Surabaya.
“Kami ingin kawasan ini benar-benar menjadi ruang bagi anak muda. Jika memiliki bakat di bidang e-sport maupun kreativitas lainnya, diharapkan dapat berkembang menjadi prestasi, bukan sekadar hobi," ucap Eri.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian, mengatakan progres revitalisasi area basement telah mencapai sekitar 90 persen.
"Pekerjaan yang tersisa meliputi penyelesaian detail akhir dan pembersihan menjelang pembukaan resmi. Saat soft launching nanti, fokus operasional memang masih di area bawah (basement)," terang Iman.
Meskipun fokus revitalisasi tahap pertama adalah basement, pada saat soft launching, lantai dasar tetap diisi tenant komersial yang sudah ada, khususnya di sektor komputer, serta koridor industri kreatif di sisi sayap utara.
“Pada soft launching pada 5 Juli mendatang, Pemkot Surabaya juga menyiapkan berbagai hiburan dan kegiatan untuk memeriahkan acara, termasuk penampilan musik dan sejumlah atraksi lainnya,” tutupnya.