JawaPos.com - Dinas Pendidikan Kota Surabaya telah menuntaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) Negeri untuk Tahun Ajaran 2026/2027, dengan lancar.
Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan puluhan ribu calon peserta didik lolos seleksi SPMB SD Negeri 2026/2027, kini tengah menjalani tahapan daftar ulang secara bertahap.
"Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD Negeri untuk tahun ajaran 2026/2027 sudah selesai. Para wali murid yang diterima juga sudah mulai melakukan daftar ulang," ujar Febri, Jumat (26/6).
Baca Juga: Komdigi Evaluasi 200 Platform, 4,7 Juta Akun Anak Sudah Ditutup
Sebagai informasi, Dispendik Surabaya membuka tiga jalur dalam SPMB SD, yaitu jalur afirmasi kategori keluarga miskin dan inklusi, jalur prestasi, serta jalur domisili tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota.
Jalur Afirmasi mendapat kuota 15 persen pada SPMB SD tahun 2026/2027. Jalur ini terintegrasi dengan data desil kemiskinan Dinas Sosial, serta mencakup kategori inklusi dan penyandang disabilitas.
"Pemkot Surabaya memastikan warga yang masuk kategori tersebut (keluarga miskin dan inklusi) tetap difasilitasi untuk memperoleh akses pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta," sambungnya.
Sementara jalur Domisili mendapat kuota 80 persen untuk SD, dengan sistem dua ring yang diterapkan Pemkot Surabaya guna menjaga pemerataan dan keadilan dalam penerimaan peserta didik.
Jalur Domisili 1 diperuntukkan bagi calon peserta didik yang rumahnya paling dekat dengan sekolah tujuan, sementara Jalur Domisili 2 untuk warga yang rumahnya lebih jauh namun satu wilayah.
"Kalau memang tidak berhasil di jalur satu, bisa menggunakan domisili dua bagi warga yang rumahnya relatif lebih jauh namun masih berada dalam satu wilayah kelurahan atau kecamatan yang sama dengan sekolah," terang Febri.
Terakhir, jalur afirmasi mendapat kuota terkecil sebesar 5 persen. Kepala Dispendik memastikan daya tampung sekolah negeri dan swasta di Surabaya cukup untuk menampung seluruh lulusan PAUD dan TK.
Meski demikian, bagi orang tua yang anaknya belum diterima di SD negeri, diimbau segera memanfaatkan pilihan sekolah lain yang masih tersedia, termasuk sekolah swasta di sekitar tempat tinggal mereka.
Dispendik Surabaya telah berkoordinasi dengan sekolah swasta untuk memastikan semua anak usia sekolah tetap mendapat akses pendidikan dan mendorong sekolah meningkatkan kualitas layanan selama liburan.
"Semua potensi yang dimiliki sekolah perlu terus ditingkatkan. Momentum liburan ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan dan persiapan menyambut tahun ajaran baru," pungkas Febri. (*)