Dari pantauan awak media di lokasi, massa aksi mulai memadati Jalan Gubernur Suryo sejak pukul 13.00 WIB. Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, kemudian membubarkan diri pada pukul 16.30 WIB.
Salah satu yang menjadi sorotan dalam unjuk rasa di Surabaya adalah aksi membakar poster dan atribut bergambar Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Jalani 125 Penampilan bersama Persik Kediri, Yusuf Meilana kini Resmi Berseragam Persebaya Surabaya
Tak berhenti di situ, di tengah kepulan asap yang membumbung dari tumpukan atribut yang terbakar, massa membentuk lingkaran dan menaburkan bunga mawar dan melati ke arah atribut Prabowo-Gibran.
“Kita membakar bunga, menyan saat ini sebagai bentuk matinya reformasi Indonesia saat ini. (Aksi simbolik) ini juga ungkapan turut berduka cita atas kesejahteraan Indonesia,” ucap salah seorang orator aksi.
Setelah membakar poster Prabowo-Gibran serta menabur bunga mawar itu, ribuan massa aksi demonstrasi di Surabaya kompak menyanyikan lagu Indonesia Pusaka. "Indonesia tanah air beta,
Pusaka abadi nan jaya..."
Baca Juga: PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Presiden BEM Universitas Airlangga, M Rizqi Senja Virawan mengatakan aksi demonstrasi ini merupakan wadah bagi kelompok mahasiswa untuk menyuarakan kegelisahan mereka terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Mereka mengkritik dan menuntut pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menghentikan program-program yang konsumtif dan tidak berkelanjutan, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami di sini satu suara untuk menuntut dihentikannya program Makan Bergizi Gratis (MBG), kaya gitu, serta menuntut dihentikannya program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP),” ujar Senja di sela-sela aksi.
Senja menyebut ada 5 tuntutan utama yang disuarakan dalam aksi mahasiswa di Surabaya, Rabu (17/6):
1. Hentikan Program Makan Bergizl Gratis (MBG) dan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
2 Cabut UU Polri dan UU TNI
3. Bebaskan seluruh kawan kami yang masih ditahan
4. Turunkan harga BBM dan kebutuhan pokok masyarakat
5. Kuatkan rupiah dan kembalikan kedaulatan ekonomi rakyat
Tidak hanya lima tuntutan di atas, massa aksi juga akan menyuarakan 17 tuntutan turunan, berikut:
1. Menuntut penguatan integritas dan independensi Komisi Pemberantasan Korupsi;
2. Mendesak percepatan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta RUU Masyarakat Adat;
3. Menolak militerisme dan mendesak pengembalian militer pada fungsi pertahanan negara sesuai prinsip supremasi sipil;
4. Menghentikan budaya antikritik dan menjamin kebebasan berekspresi dalam kehidupan demokrasi;
5. Mengusut tuntas dugaan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan pejabat pemerintahan;
6. Mengusut tuntas kasus penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) palsu yang melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daua Mineral (ESDM);
7. Menghentikan proyek-proyek ekstraktif yang merusak ruang hidup masyarakat serta memulihkan ekosistem yang telah mengalami kerusakan;
8. Menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP);
9. Menuntut permintaan maaf kepada rakyat serta evaluasi total terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran;
10. Membebaskan seluruh tahanan politik tanpa syarat;
11. Mengembalikan independensi Bank Indonesia dengan mengutamakan kompetensi dan keahlian moneter dalam struktur kepemimpinannya;
12. Menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil;
13. Menjamin kesejahteraan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta tenaga kesehatan;
14. Menuntut pemerataan akses dan fasilitas kesehatan serta pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T);
15. Menjamin kesejahteraan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta tenaga kesehatan;
16. Menghentikan praktik eksploitasi buruh serta segala bentuk diskriminasi gender di dunia kerja;
17. Menghentikan segala bentuk represivitas terhadap pers dan menjamin kebebasan pers sebagai pilar demokrasi.