← Beranda
Pedagang Asongan Turut Berorasi di Aksi Kamisan Surabaya: MBG Dikorupsi, Cari Uang Rp100 Ribu Sehari Susah Sekali!
Novia Herawati• Selasa, 16 Juni 2026 | 05.40 WIB
Nyono, pedagang asongan yang menjual jajanan lumpia saat berorasi di depan massa Aksi Kamisan Surabaya, Senin (15/6). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Tak hanya kelompok sipil dan mahasiswa, pedagang asongan di Kota Surabaya juga turut bersuara dalam Aksi Kamisan yang digelar di Taman Apsari, depan Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6).

Salah satunya, Nyono. Pria paruh baya tersebut awalnya datang untuk mencari rezeki dengan menjual lumpia kepada peserta aksi. Namun, ia akhirnya turut menyampaikan kegelisahan dan keluhannya lewat orasi.

Ketika diberi mikrofon oleh peserta aksi, pria berpakaian kaos kuning cerah itu dengan suara lantang memanjatkan harapan, agar Presiden Prabowo memahami kondisi dan kesulitan yang dihadapi masyarakat kecil.

"Ya Allah mugo-mugo (semoga) Presiden Prabowo ngerti nasibe rakyat cilik iki (nasibnya masyarakat kecil ini)," ujar Nyono dengan lantang, diikuti riuh tepuk tangan dari peserta aksi.

Ia mengaku mencari penghasilan sebesar Rp 100 ribu per hari kini terasa sangat sulit. Kenaikan harga bahan pokok dan BBM, menurutnya, semakin mencekik kehidupan masyarakat kecil seperti dirinya.

Nyono juga kecewa dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mempertanyakan manfaat program tersebut, terlebih setelah mencuatnya kasus dugaan korupsi yang membuat kepercayaannya memudar.

“Yang jelas kecewa MBG dikorupsi. Terus jualan kaya kita ini gimana (nasibnya). Nyari uang Rp 100 ribu susah banget, Sehat-sehat ya Allah, semoga Prabowo mengerti nasibnya masyarakat kecil,” imbuhnya lirih.

Ratusan Massa Ikut Aksi Kamisan di Surabaya, Bawa 8 Tuntutan

Aksi Kamisan Surabaya hari ini, Senin (15/6) berlangsung lebih ramai dari biasanya. Ratusan massa dari berbagai elemen sipil dan mahasiswa turun untuk menyuarakan kekecewaan mereka atas kondisi Indonesia.

Dari pantauan JawaPos.com di lokasi, massa yang mengenakan pakaian dominasi warna hitam, memadati lokasi aksi di Taman Apsari, depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya sejak pukul 15.00 WIB.

Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya mengatakan bahwa aksi hari ini merupakan respons kekecewaan masyarakat atas memburuknya stabilitas ekonomi di Indonesia.

"Kondisi stabilitas ekonomi kita hari ini kian mencemaskan, di mana angka rupiah mendekati angka Rp 18 ribu. Bahkan prediksi dari ekonom (nilai tukar rupiah) bisa sampai angka Rp 22 ribu," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ikhsan menyebut ada 8 tuntutan yang dibawa massa dalam Aksi Kamisan Surabaya hari ini, Senin (15/6):

1. Cabut UU Polri 2026

2. Cabut UU TNI 2025

3. Kembalikan Militer ke Barak

4. Hentikan Program MBG

5. Hentikan Program Koperasi Desa Merah Putih

Baca Juga: Demo "Indonesia Gawat Darurat" di DPR, Mahasiswa Kritik Makan Bergizi Gratis hingga Militer ke Ranah Sipil

6. Turunkan Harga BBM

7. Stabilitas Nilai Rupiah

8. Hentikan Eksploitasi Alam. 

EDITOR: Kuswandi