← Beranda
Respons KPU Surabaya soal Pemekaran Dapil Pemilu 2029
Novia HerawatiSelasa, 2 Juni 2026 | 06.26 WIB
Ilustrasi pencoblosan. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Soepriyanto menanggali soal wacana pemekaran daerah pemilihan (dapil) pada kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

"Bisa jadi daerah pemilihan pada Pemilu 2024 sudah kurang relevan dengan perkembangan kewilayahan kecamatan di Surabaya. Untuk itu, KPU Surabaya saat ini melakukan kajian daerah pemilihan," ujarnya, Senin (1/6).

Soeprayitno menilai penataan dapil yang lebih adaptif dapat meningkatkan kualitas representasi masyarakat, sehingga kolaborasi berbagai elemen dalam mendukung pembangunan Surabaya menjadi lebih optimal.

“Dengan daerah pemilihan (dapil pada Pileg DPRD Kota Surabaya) yang berpotensi dimekarkan, bisa berimplikasi pada semakin kuatnya semangat pembangunan kota oleh lintas elemen,” imbuh Soepriyanto.

Namun, ia menegaskan potensi pemekaran dapil tidak otomatis berkaitan dengan penambahan kursi di DPRD Surabaya. Kajian lebih difokuskan pada penyesuaian agar selaras dengan perkembangan serta pertumbuhan penduduk.

Kajian KPU Surabaya bertujuan menjaga keterwakilan politik yang proporsional di setiap wilayah. Dengan representasi yang lebih tepat, aspirasi masyarakat bisa tersampaikan secara lebih efektif melalui anggota dewan terpilih.

“Potensi pemekaran daerah pemilihan tidak selalu dipengaruhi bertambah atau tidaknya jumlah kursi DPRD. Yang menjadi perhatian adalah kesesuaian dapil dengan perkembangan wilayah yang ada,” tegas Soeprayitno.

Dalam kesempatan yang sama, pria yang akrab disapa Nano ini menyampaikan bahwa partisipasi pemilih pada Pemilu dan Pilkada 2024 mengalami peningkatan dibanding pelaksanaan pemilu sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan partisipasi pemilih mencerminkan tumbuhnya kesadaran politik warga Surabaya. Hal ini menjadi indikator penting untuk menjaga legitimasi, kualitas demokrasi, dan pembangunan kota.

“Pada pemilu maupun pemilihan 2024, angka partisipasi pemilih meningkat dibanding sebelum-sebelumnya. Capaian ini menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas demokrasi," pungkas Nano. 

EDITOR: Estu Suryowati